Berita Kabupaten Pasuruan

Kasus Dugaan Gratifikasi Pokir, Kejari Kabupaten Pasuruan Panggil Ketua DPRD Sudiono Fauzan

Kasus dugaan gratifikasi pokir, Kejari Kabupaten Pasuruan mulai memanggil anggota dewan, ketua jadi yang pertama.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan, Jemmy Sandra mengatakan, akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap ketua dewan, terkait kasus dugaan gratifikasi proyek Penunjukan Langsung (PL), Selasa (22/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan mulai melakukan pemeriksaan terhadap anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.

Pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus dugaan gratifikasi proyek Penunjukan Langsung (PL) yang bersumber dari pokok pikiran (pokir) anggota DPRD, yang sedang diselidiki kejaksaan.

Untuk pertama kali, Korps Adhyaksa memanggil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan untuk dimintai keterangan terkait kasus ini. Pemanggilan yang bersangkutan dijadwalkan pada Selasa (22/2/2022).

Sayangnya, pemeriksaan urung dilakukan, karena kesehatan Mas Dion, sapaan akrab Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, kurang memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan.

Padahal, Mas Dion sudah mendatangi Kantor Kejari Kabupaten Pasuruan.

Pemeriksaan terhadap ketua dewan ini akan dijadwalkan ulang minggu depan sembari menunggu kondisi kesehatannya memungkinkan.

Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan, Jemmy Sandra mengatakan, akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap ketua dewan.

"Ya nanti kita atur ulang, sambil menunggu ketua dewan sehat," kata Jemmy Sandra.

Ia mengakui jika penyidik mulai melakukan pemanggilan anggota dewan. Disampaikannya, ini adalah bagian dari Pulbaket dan Puldata terkait kasus dugaan gratifikasi yang sedang dalam penyelidikan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved