Berita Pasuruan

LinkAja Syariah Kolaborasi dengan Pesantren Dorong Transformasi Koperasi ke Arah Ekonomi Digital

Deputi Direktur Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Ahmad Zabadi menyampaikan pandemi Covid-19 menjadi momentum t

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA
(Kiri kanan) Donny Fernando - Head of Group LinkAja Syariah, Ahmad Zabadi - Deputi Perkoperasian Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Abdul Majid Umar - Ketua Pengurus Koperasi Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Usaha Gabungan Terpadu (UGT) Nusantara saat melakukan kerja sama dalam menghadirkan kemudahan digital seluruh anggota koperasi untuk mendorong transformasi transaksi digital syariah guna mewujudkan inklusi keuangan di Tanah Air. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Deputi Direktur Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Ahmad Zabadi menyampaikan pandemi Covid-19 menjadi momentum transformasi koperasi ke arah ekonomi digital.

"Koperasi perlu didorong untuk segera melakukan adaptasi terhadap perubahan perilaku penggunaan teknologi digital dalam menjalankan bisnis, sehingga koperasi menjadi lebih siap dalam era ekonomi digital," katanya.

Ia mewakili Kementerian Koperasi dan UKM memberikan apresiasi dan mendukung penuh sinergi antara LinkAja Syariah dengan Koperasi BMT UGT Nusantara dalam pengembangan bisnis.

"Ini merupakan langkah dan terobosan yang sangat baik untuk mendorong masyarakat beralih dari cash menjadi cashless. Kami optimis sinergi ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah," paparnya.

Baca juga: Masuk Tahapan Finalisasi, Raperda Pengembangan Pesantren Pastikan Optimalnya Perhatian

LinkAja Syariah hadir menjawab kebutuhan layanan transaksi keuangan masyarakat muslim Indonesia dengan memfasilitasi berbagai jenis pembayaran seperti pembayaran kebutuhan esensial sehari-hari.

Selain itu, juga melayani kegiatan Islami seperti donasi, sedekah dan wakaf yang tentunya sesuai dengan syariat Islam. Hingga saat ini, LinkAja Syariah memiliki lebih dari 6 juta pengguna terdaftar.

LinkAja Syariah sudah kolaborasi secara progresif dengan beberapa mitra strategis, diantaranya Koperasi Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Usaha Gabungan Terpadu (UGT) Nusantara dan aplikasi pondok pesantren berbasis web.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Lulusan Pesantren Jatim, Khofifah Kirim 30 Santri Kuliah ke Al Azhar Mesir

Wibawa Prasetyawan, Chief Marketing Officer LinkAja menyampaikan optimismenya melalui kolaborasi ini. Menurutnya, ada peluang besar pada sektor koperasi syariah.

"Kami optimis akan meningkatnya jumlah pengguna serta transaksi keuangan dalam ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Semoga ini mendorong terwujudnya layanan keuangan yang inklusif," tambahnya.

LinkAja Syariah merupakan sebuah terobosan dalam perekonomian syariah serta memfasilitasi para penggunanya untuk pemenuhan transaksi keuangan yang amanah. 

Sebagai e-wallet Syariah pertama di Indonesia, LinkAja Syariah semakin mengukuhkan statusnya sebagai layanan keuangan digital yang terpercaya melalui sertifikasi kesesuaian syariah dari DSN (Dewan Syariah Nasional).

Pengembangan fitur syariah dari Bank Indonesia. Kehadiran LinkAja Syariah adalah upaya nyata perusahaan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi secara umum atau nasional. 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved