Gunung Semeru Erupsi

Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran Lagi, Dua Kecamatan di Lumajang Diguyur Hujan Abu

Gunung Semeru kembali meluncurkan Awan Panas Guguran (APG), dua kecamatan di Lumajang diguyur hujan abu.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Tony Hermawan
Hasyim, warga Desa Supiturang, Lumajang, menunjukkan dampak hujan abu di wilayah lereng Gunung Semeru, Senin (28/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Gunung Semeru di Lumajang kembali meluncurkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 2 kilometer, Senin (28/2/2022).

Aktivitas ini mengakibatkan sejumlah desa di wilayah lereng gunung diguyur hujan abu

Wilayah yang dilanda hujan abu adalah Kecamatan Candipuro, dan Pasirian.

Beruntung hujan abu kali ini tidak terlalu tebal. Intensitas hujan abunya masih tergolong ringan. Secara kasat mata, abu vulkanik itu berbentuk seperti abu semen.

Akan tetapi, aktivitas ini cukup membuat warga waswas, sebab keselamatan mereka bisa terancam. Apalagi, abu vulkanik tersebut mengandung sejumlah partikel seperti silika, kalium, natrium, besi, serta nikel. Menghirup abu vulkanik bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

“Sebenarnya kami sudah terbiasa dengan kondisi Semeru, namun trauma belum hilang. Karena sekarang Gunung Semeru mengalami erupsi. Apalagi, Semeru sekarang sering tertutup kabut tebal, sehingga susah melihat aktivitasnya secara jelas," kata Hasyim, salah seorang warga Desa Supiturang, Lumajang.

Baca juga: Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran, Penyeberangan Curah Kobokan Lumajang Ditutup Sementara

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan, APG ini terjadi sekitar 1 jam lebih. Kemungkinan erupsi ini terjadi karena faktor eksternal. Material lava menumpuk di atas puncak. Akibatnya, saat terjadi hujan deras, material tersebut longsor ke bawah.

"Itu merupakan aktivitas terusan dari kebiasaan Semeru mengeluarkan lava dalam rentan waktu tertentu. Tumpukan material di puncak yang menjadi potensi turun APG," jelas Cak Thoriq, sapaan Thoriqul Haq.

Petugas saat ini melakukan asesmen.

Untuk mencegah ancaman bahaya, sementara waktu masyarakat dilarang beraktivitas di dekat Curah Kobokan. Termasuk jalan alternatif penghubung Kecamatan Candipuro-Tempursari, dan Pronojiwo ditutup. Tindakan ini dilakukan karena sungai itu merupakan lokasi luncuran aliran lahar.

"Jalur ini dibuka jika cuaca cerah, jika Semeru tertutup kabut tebal akan ditutup," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved