Berita Jember

Kepala UDD PMI Jember Meninggal Saat Gowes, Izin Numpang Istirahat di Warung, Mengaku Tak Enak Badan

Kepala UDD PMI Jember meninggal dunia saat gowes, berawal saat numpang istirahat di warung dan mengaku tidak enak badan.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/PMI Jember
Kepala UDD PMI Jember, dr Dudung Ari Rusli (kanan) dan Ketua PMI Jember, Zaenal Marzuki (tengah) dalam sebuah dialog, 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Jember, dr Dudung Ari Rusli (55) meninggal dunia, Kamis (3/3/2022).

Dokter Dudung, demikian lelaki itu akrab disapa, meninggal dunia saat gowes di Kecamatan Ambulu, Jember.

Meski hasil visum belum keluar, diduga kuat, dr Dudung Ari Rusli meninggal karena serangan jantung

Kapolsek Ambulu, AKP Maruf menceritakan, pihaknya mendapatkan telepon dari warga Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, sekitar pukul 10.30 WIB. 

Warga melapor ada orang meninggal dunia di warung Bu Muryanti.

"Ada orang gowes yang numpang istirahat di warung Bu Mur di Desa Sabrang. Izin numpang istirahat. Kemudian dia rebahan di lincak (dipan bambu) di warung tersebut," kata AKP Maruf kepada Tribun Jatim Network. 

Tidak lama berselang, pemilik warung memanggil orang tersebut. Namun lelaki itu tidak menyahut. Warga menengarai, dia sudah meninggal dunia. 

Warga pun menelepon Polsek Ambulu. Ketika petugas tiba di warung, petugas pun menduga, goweser itu sudah meninggal dunia. Dia pun dibawa ke Puskesmas Ambulu. Dokter puskesmas juga menyatakan, Dudung sudah meninggal dunia. 

Awalnya petugas dan warga di sekitar warung tidak mengenali Dudung, sebab lelaki itu tidak membawa identitas. Dia berkostum pesepeda, lengkap dengan helm. Sebuah sepeda berada di dekatnya. 

"Barulah ketika di puskesmas ada yang mengenali kalau dia dr Dudung," imbuh AKP Maruf

Kejadian itu diberitahukan ke keluarganya. Dudung merupakan warga Desa/Kecamatan Ambulu. 

Dia gowes seorang diri ke Pantai Watu Ulo. Jarak rumahnya ke Watu Ulo sekali jalan sekitar 12 Km. 

Dokter Dudung dalam perjalanan pulang dari Watu Ulo ke rumahnya. Masih separuh perjalanan, kepada pemilik warung, dokter Dudung mengeluh tidak enak badan dan minta izin istirahat. 

"Tidak ada tanda kekerasan. Dan keluarga juga menerima, tidak mau diautopsi. Kami juga menunggu hasil visum," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved