Terkuak Sudah Alasan Pelatih Ganda Putri Indonesia Duetkan Siti Fadia dengan Apriyani Rahayu

Pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian, membeberkan alasan menduetkan Siti Fadia Silva Ramadhanti bersama Apriyani Rahayu.

Editor: Taufiqur Rohman
(AFP/ALEXANDER NEMENOV)
Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii (kiri) dan Apriyani Rahayu mempersembahkan medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Senin (3/8/2021). Selain menjadi sejarah untuk nomor ganda putri, Greysia dan Apriyani menambah akumulasi perolehan medali Indonesia menjadi empat. 

TRIBUNJATIM.COM - Pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian, membeberkan alasan menduetkan Siti Fadia Silva Ramadhanti bersama Apriyani Rahayu.

Pada tahun 2017, Apriyani Rahayu resmi berpasangan dengan Greysia Polii.

Duet keduanya berhasil meraih sejumlah prestasi termasuk medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

Namun, partner tanding Apriyani pada 2022 dipastikan bukan hanya Greysia, tetapi juga Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memasangkan Apriyani dan Fadia sebagai persiapan sebelum Greysia Polii yang saat ini berusia 34 tahun memutuskan pensiun.

Apriyani masih akan bertanding dengan Greysia di turnamen-turnamen besar. Lalu, pada event-event lainnya, ia bakal berduet dengan Fadia guna mengumpulkan poin menuju Olimpiade Paris 2024.

Eng Hian menjelaskan bahwa pemilihan Fadia sebagai pasangan baru Apriyani telah melalui berbagai proses termasuk diskusi alot dengan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Rionny Mainaky dan para pengurus PBSI.

Menurutnya, kemampuan Fadia cocok untuk bersanding dengan Apriyani di lapangan.

"Saya menyiapkan empat nama untuk menjadi partner Apri selepas Greysia pensiun. Siti Fadia Silva Ramadhanti, Ribka Sugiarto, Febby Valencia Dwijayanti Gani, dan Putri Syaikah. Lalu mengerucut menjadi dua nama yaitu Fadia dan Ribka," tutur Eng Hian, dilansir dari PP PBSI.

"Setelah berdiskusi dengan Binpres dan pengurus, lalu kondisi Ribka yang cedera di akhir tahun 2021 dan perlu waktu untuk pemulihan, maka pilihan jatuh kepada Fadia," ujarnya.

"Secara kemampuan sebenarnya dua pemain ini berbeda tipis dan keduanya mampu menjadi pasangan yang cocok untuk Apri," kata Eng Hian.

Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti semula dijadwalkan melakoni debut di German Open yang akan berlangsung pada 8-14 Maret 2022.

Namun, rencana itu tak terwujud setelah Apriyani Rahayu mengalami cedera betis kanan.

"Apri mengalami cedera betis kanan beberapa minggu lalu, tetapi kondisinya saat ini sudah berangsur membaik dan telah kembali latihan sambil menjalani penguatan," ucap Eng Hian yang akrab disapa Didi itu.

"Saya melihat memang standar untuk turun bertanding belum tercapai juga berdasarkan hasil konsultasi dengan tim medis, lebih baik Apri tidak main dulu di Jerman," ujarnya.

"Mudah-mudahan dia akan siap di All England nanti dan debut bersama Fadia di Swiss Open satu pekan setelahnya."

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PBSI Ungkap Alasan Pilih Siti Fadia Jadi Partner Baru Apriyani Rahayu"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved