Berita Sidoarjo

Melacak Kiriman Barang di Lapas Sidoarjo Lewat Aplikasi Cak Man

Pengiriman barang untuk warga binaan atau penghuni Lapas Kelas IIA Sidoarjo bisa dilacak. Prosesnya menggunakan Cak Man, aplikasi yang sedang diujicob

Penulis: M Taufik | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Cak Man alias Lacak Pengiriman, aplikasi untuk melacak barang titipan di Lapas Sidoarjo 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Pengiriman barang untuk warga binaan atau penghuni Lapas Kelas IIA Sidoarjo bisa dilacak.

Prosesnya menggunakan Cak Man, aplikasi yang sedang diujicoba di Lapas yang berada di barat alun-alun Sidoarjo tersebut. 

Cak Man berasal dari kata Lacak Pengiriman. Dengan aplikasi itu, masyarakat bisa mengetahui posisi barang titipan untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas.

Tiga hari belakangan, aplikasi Cak Man itu diberlakukan. Dan sejauh ini inovasi layanan Lapas Sidoarjo ini  mulai mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Salah satu penggunanya adalah Siti Maimunah. Perempuan 52 tahun itu memang rutin menitipkan barang seperti makanan ringan untuk anaknya yang sedang menjalani pembinaan di Lapas Sidoarjo berinisial YD.

Baca juga: Bekuk Lima Kurir Jaringan Lapas, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Amankan 46 Kilogram Sabu

“Saya ini tadi nyoba ngecek di handphone. Jadi lebih mudah untuk mengetahui prosesnya," ujarnya, Senin (7/3/2022).

Mula-mula, Siti datang ke loket pelayanan dan dilayani oleh petugas lapas. Setelah barang titipannya diperiksa, petugas memasukkan ke dalam lapas untuk diserahkan kepada YD.

Siti mendapatkan bukti penitipan dan nomor resi yang berguna untuk proses tracking posisi barang. Proses serah terima barang itu pun diabadikan dengan foto yang terintegrasi dengan aplikasi Cak Man yang ada di website Lapas Sidoarjo

"Saya sudah lihat di aplikasi, Alhamdulillah sudah diterima langsung oleh anak saya," terangnya.

Perempuan asal Surabaya ini mengaku senang bisa melihat proses penyampaian barang yang dititipkan ke petugas lapas. Sehingga, dia bisa yakin jika barang titipannya benar-benar diterima anaknya. 

Baca juga: Jebol Dinding Pakai Sikat Gigi, Tahanan Kasus Narkoba Ini Kabur dari Rutan Sampang, Petugas Heran

"Kalau dulu saya cuma bisa kira-kira saja, sekarang sudah ada bukti fotonya, jadi semakin yakin," ungkap Siti.

Plt Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Wisnu Nugroho Dewanto mengapresiasi layanan untuk menjamin kepastian pelayanan itu.

Pengunjung yang menitipkan barang via loket pelayanan terpadu maupun drive thru akan mendapatkan kode resi layaknya mengirim paket lewat ekspedisi. Nah, kode resi inilah yang digunakan untuk tracking barang titipan.

“Masyarakat akan semakin yakin bahwa barang yang dititipkan kepada petugas sudah diterima oleh keluarganya yang sedang menjalani pembinaan di dalam lapas," ujarnya.

Baca juga: Tragedi Pembacokan 10 Orang di Kediri, Kerabat Korban Duga Pelaku Depresi Akibat Masalah Ini

Meski masih uji coba, dia berharap inovasi ini bisa segera diduplikasi oleh jajaran lapas dan rutan di Jatim. Menurut Wisnu, hal ini bisa membuat masyarakat semakin percaya dengan layanan yang diberikan lapas dan rutan. Terutama layanan penitipan barang yang telah berlangsung sejak pandemi. 

"Sampai saat ini kami masih mengganti kunjungan langsung dengan video call, sedangkan pengiriman barang harus dititipkan ke petugas," terangnya.

Sementara menurut Kalapas Sidoarjo Teguh Pamuji, pihaknya menerapkan aturan ini sebagai implementasi pembangunan zona integritas di lingkungan kerjanya.

Karena, dengan adanya kepastian pelayanan membuat penyimpangan dalam proses layanan bisa dihilangkan. Terutama dalam hal pelayanan penitipan barang selama pandemi.

“Ini bentuk komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa lebih mudah memantau kirimannya,” kata kalapas.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved