Berita Kabupaten Pasuruan

Banjir Bandang Sapu Rumah Warga Pohjentrek Pasuruan, Jembatan Gantung Terbalik

Banjir bandang menyapu rumah warga Pohjentrek Pasuruan hingga rusak parah, jembatan gantung terbalik, warga harus cari jalan lain untuk menyeberang.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
Banjir bandang menyapu rumah warga dan jembatan di Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Rabu (9/3/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Sejumlah rumah di Dusun Suko, Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, diterjang banjir bandang, Selasa (8/3/2022) malam.

Dari data yang didapatkan sementara, ada enam rumah yang rata dengan tanah akibat banjir bandang yang terjadi setelah hujan deras mengguyur.

Kamil (70) tak membayangkan rumahnya akan tergerus derasnya banjir bandang. Dia mengatakan, selama ini, banjir tidak pernah seganas itu.

Ia memang tinggal di rumah itu sejak lama, dan sudah bersahabat dengan banjir, karena belakang rumahnya persis adalah sungai.

"Tapi tidak menyangka, tadi malam tembok penahan rumah saya ambrol terbawa banjir bandang," kata Kamil saat ditemui, Rabu (9/3/2022).

Dia mengatakan, rumahnya bak angin yang hilang langsung setelah disasak air hingga rata dengan tanah dalam waktu sekejap.

Kendati demikian, ia masih bersyukur karena bersama istri masih selamat dan kini mengungsi di rumah salah seorang tetangganya.

"Kaget sekali saya. Gak nyangka airnya begitu besar. Rumah saya hancur berantakan. Tapi alhamdulillah masih diberi keselamatan," lanjut dia.

Kamil tidak sendiri. Masih ada lima warga lain yang rumahnya mengalami kerusakan akibat diterjang banjir yang membawa lumpur itu. 

Dari 6 rumah warga terdampak, 3 rumah kondisi kerusakannya lumayan parah. Sedangkan 3 rumah lainnya rusak sedang hingga ringan.

Selain itu, banjir juga membuat jembatan gantung di desa ini rusak. Jembatannya terbalik akibat ditabrak derasnya banjir bandang.

Jembatan ini memutus akses antara Desa Sukorejo dengan Desa Sungiwetan. Warga terpaksa mencari akses jalan lain untuk bisa menyeberang.

Rusaknya jembatan ini sangat merugikan masyarakat setempat. Sebab, mereka harus memutar dengan jarak tempuh yang cukup jauh.

"Saya biasanya kalau antar anak ngaji ya lewat sini, tapi karena jembatan putus, terpaksa harus putar balik yang jauh sekali," pungkas dia.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved