Berita Kabupaten Pasuruan

Kasus Dugaan Gratifikasi Pokir, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Dicecar 48 Pertanyaan

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan mengaku dicecar 48 pertanyaan oleh penyidik kejaksaan terkait kasus dugaan gratifikasi pokir.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan, Kamis (10/3/2022). 

Sebelumnya, penyidik sudah memanggil sejumlah rekanan dan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).

Terpisah, Mas Dion mengakui jika hari ini memenuhi panggilan kejaksaan untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan gratifikasi. Ia mengaku dicecar 48 pertanyaan oleh penyidik kejaksaan.

"Materi pertanyaannya ya seputar mekanisme pokir itu sendiri. Mulai dari usulan anggota dari hasil serap aspirasi masyarakat, selanjutnya diusulkan ke dalam perencanaan sebelum dibahas di dewan dan pemkab untuk rancangan APBD," jelasnya.

Mas Dion mengaku baru diperiksa penyidik sekitar pukul 11.00 WIB dan selesai sekitar pukul 16.00 WIB.

"Ya saya sampaikan yang saya ketahui dalam mekanisme pengusulan pokir itu sendiri," lanjutnya.

Sekadar informasi, mencuatnya informasi dugaan keterlibatan anggota dewan dalam gratifikasi dan menerima fee proyek pokir itu berasal dari gabungan aktivis Masyarakat Anti Korupsi Anggaran Rakyat (MAKAR).

Gabungan aktivis ini mensinyalir ada anggota dewan yang ikut mengatur proyek-proyek yang berasal dari pokir dewan dan dikondisikan dengan iming-iming imbalan fee yang dijanjikan oleh kontraktor untuk oknum dewan.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved