Berita Batu

Kota Batu Tidak Mau Buru-buru Gelar PTM, Masih Tunggu Rekomendasi

Kota Batu masuk kategori daerah zona kuning untuk pengendalian penularan Covid-19. Di zona kuning, aktivitas pendidikan bisa dilakukan secara tatap

Penulis: Benni Indo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Benni Indo
Aktivitas pembelajaran tatap muka saat pandemi di MTs N Batu. Meski memasuki zona kuning, Pemkot Batu terlihat tidak terburu-terburu untuk menggulirkan kembali pembelajaran tatap muka. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATUKota Batu masuk kategori daerah zona kuning untuk pengendalian penularan Covid-19. Di zona kuning, aktivitas pendidikan bisa dilakukan secara tatap muka. Meski begitu, Pemkot Batu terlihat tidak terburu-terburu untuk menggulirkan kembali pembelajaran tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih mengatakan akan menunggu perkembangan hingga sepekan ke depan. Ia ingin kondisi betul-betul kondusif sehingga para pelajar bisa masuk kembali.

“Sekalian kami menunggu rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kota Batu untuk melakukan sekolah tatap muka,” ujarnya.

Baca juga: Tiga Tahun Beruntun, Polrestabes Surabaya Dapat Penghargaan Pelayanan Prima Kemenpan RB

Setiap sekolah di Kota Batu telah memiliki fasilitas penunjang untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Dengan begitu, ketika kegiatan pembelajaran tatap muka, para murid bisa langsung masuk ke sekolah. Juga ada pembatasan pemberlakuan jam pelajaran untuk mengantisipasi terjadinya gerombolan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg Kartika Trisulandari memaparkan bahwa pihaknya baru bisa melakukan pengintaian atau surveilans ketika pembelajaran tatap muka diterapkan. Ia mengatakan pihaknya menunggu terlaksananya pembelajaran tatap muka.

“Ketika anak-anak sudah bersekolah, baru bisa kami tes,” paparnya.

Kartika mengatakan bahwa sebenarnya Kota Batu sudah bisa melakukan pembelajaran tatap muka karena syarat minimalnya adalah berada di zona kuning. Namun, Kartika juga menyetujui apabila Dinas Pendidikan menunggu perkembangan terlebih dahulu mengingat cukup banyak pula syarat yang harus diajukan ketika hendak melakukan sekolah luring.

Ia mendorong agar masyarakat Kota Batu tidak mengendorkan kedisiplinan protokol kesehatan. Status zona kuning yang ditetapkan saat ini bisa berubah sewaktu-waktu jika pengendalian penularan tidak terkontrol.

“Kami harapkan masyarakat tidak terlena ketika Kota Batu berada di zona kuning. Kita harus menuju zona hijau karena bisa membantu anak-anak kembali melakukan aktivitas sekolah seperti biasanya,” terangnya.

Laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu mencatat, per 10 Maret 2022 ada 10 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah yang sembuh sebanyak 61 orang. Saat ini, jumlah kasus aktif sebanyak 235 orang, sebagian besar merupakan varian Omicron.

Secara kumulatif, jumlah yang tercatat di Kota Batu sebanyak 4.818 terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah yang sembuh sebanyak 4.2988, sedangkan jumlah kematian kumulatif sebanyak 258 jiwa.

Capaian vaksin untuk lansia per 9 Maret 2022 untuk dosis kedua telah mencapai 60.55 persen. Sedangkan cakupan vaksin dosis kedua untuk anak-anak mencapai 15.523 persen. Secara umum, cakupan vaksin dosis ketiga untuk Kota Batu telah mencapai 7.56 persen atau 12.469 orang. (Benni Indo)

Kumpulan berita Batu terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved