Berita Sidoarjo

Sejumlah Desa di Kecamatan Waru Sidoarjo Terendam Banjir, Jalan hingga Sekolah Tergenang Air

Diguyur hujan deras, sejumlah desa di Kecamatan Waru Sidoarjo terendam banjir, jalan, rumah hingga sekolah tergenang air.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Taufik
Sejumlah desa di Kecamatan Waru, Sidoarjo, terendam banjir setelah diguyur hujan deras, Jumat (11/3/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Sejumlah desa di Kecamatan Waru, Sidoarjo, terendam banjir setelah diguyur hujan deras sejak Kamis (10/3/2022) malam.

Air menggenang di rumah-rumah warga, jalan umum, sekolah, dan sebagainya. Genangan bertahan sampai Jumat (11/3/2022) sore. 

Di Desa Kepuhkiriman misalnya, air sampai masuk ke rumah-rumah warga. Termasuk kompleks Pondok Pesantren Mubtadiin Al-Asyari, jalan Desa Kepuhkiriman dan jalan Desa Wadungasri juga terendam.

“Air sungai meluap, makanya terjadi banjir. Karena di sini rumah-rumah posisinya lebih rendah, sehingga ketika sungai penuh ya selalu banjir,” ujar Suprapto, warga setempat.

Dia menyebut, banjir di sana biasanya cukup lama. Bisa sampai 3-4 hari baru surut. 

“Patokannya ya air sungai dan air laut. Kalau salah satu masih meluap bisa berhari-hari banjirnya,” lanjutnya. 

Di sisi lain, banjir juga merendam kawasan Wadungasri. Jalan-jalan hingga pasar di sana ikut kebanjiran setelah hujan deras mengguyur dalam waktu lama.

Sahlun, warga Wadungasri mengatakan, sejak Kamis pukul 20.00 WIB, air mulai menggenangi area pasar. Kendati demikian, para pedagang tetap berjualan. 

“Awalnya yang tergenang hanya di pintu depan ini saja. Tapi menjelang malam kok semua area tergenang. Motor-motor pedagang dan pembeli yang terparkir di sini kemarin malam itu sampai nutup knalpot,” ujar pria bertopi ini.

Banjir di Pasar Wadungasri bukan pertama kali terjadi. Sudah sering terjadi. Namun beberapa waktu belakangan kondisinya parah. 

Banjir juga menggenangi kawasan Jalan Letjen Suprapto dan sekitaran Perumahan Kepuh Permai. Termasuk jalan menuju kawasan industri di sana, kawasan Brebek. 

Daerah lain yang terendam air adalah Desa Kureksari. Desa yang bersebelahan langsung dengan Sungai Buntung ini terdampak cukup parah. 

Jalan desa dan permukiman tergenang air dengan ketinggian sebetis orang dewasa. Kendaraan yang melintas pun harus ekstra hati-hati.

Beberapa rumah warga juga tak luput dari banjir. Banjir tak hanya merendam halaman rumah warga, namun ada juga yang sampai masuk ke dalam. Terutama rumah-rumah di sebelah utara jalan desa yang berbatasan langsung dengan sungai.

Gedung MTS Darul Ulum Waru juga terendam banjir. Air menggenangi sejak pintu masuk hingga lapangan sekolah. Akibatnya, pihak sekolah mengubah pembelajaran hari ini menjadi daring. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, Dwijo Prawito, mengatakan, Afour Buntung di kawasan tersebut airnya masih terlampau tinggi. 

Pihaknya sudah memerintahkan anggotanya untuk mengalihkan genangan tersebut ke sungai sekitar menggunakan pompa. 

“Semua pompa sudah dioperasionalkan. Air yang menggenang dialihkan ke Sungai Cantel,” kata Dwijo Prawito.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved