Berita Malang

Kota Malang Siap Gelar Sekolah Tatap Muka, Sutiaji Ungkap 3 Faktor yang Jadi Pertimbangannya

Pemerintah Kota Malang, telah memutuskan untuk kembali menggelar sekolah tatap muka pada 14 Maret 2022 nanti senin pekan depan.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/ Hayu Yudha Prabowo
Wali Kota Malang, Sutiaji saat berkunjung ke SKB Blimbing, yang berfungsi sebagai tempat isoter pasien Covid-19 dengan gejala ringan, Kamis (17/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang, memutuskan untuk kembali menggelar sekolah tatap muka pada 14 Maret 2022 nanti senin pekan depan.

Kebijakan tersebut diambil, setelah sebelumnya, pada 14 Februari 2022 silam, pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah ditiadakan karena lonjakan kasus Covid-19.

Keputusan ini berdasarkan Surat Edaran (SE) yang telah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang tentang pembelajaran tatap muka terbatas.

Dalam SE tersebut, sekolah tatap muka bisa dilaksanakan 50 persen, dan juga memperbolehkan sekolah untuk menggelar tatap muka 100 persen.

"Tatap muka mulai Senin depan. Sebenarnya saya tidak pernah mencabut SE 100 persen tatap muka dulu. Jadi boleh untuk 100 persen," ucap Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat (11/3/2022) kemarin.

Sutiaji mengatakan, sebenarnya sekolah tatap muka ini bakal dimulai pada pekan kemarin.

Akan tetapi, ada sejumlah pertimbangan, yang mengharuskan sekolah tatap muka kembali digelar pada Senin depan ini.

Baca juga: Kondisi Kesehatan Bupati Malang Jadi Misteri, Sempat Tak Enak Badan usai Kehujanan Naik Motor

Baca juga: Ditanya Cita-cita, Siswa SD Ini Sebut Ingin Jadi Anggota Pemuda Pancasila, Kini Dapat Beasiswa

Setidaknya ada tiga faktor yang menjadi pertimbangan Pemkot Malang untuk menggelar sekolah tatap muka.

Pertama ialah, menurunnya jumlah kasus Covid-19 di Kota Malang, kedua meningkatnya jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 dan ketersediaan bed di isoter lebih dari 80 persen.

"Mestinya kan minggu kemarin, tapi saya minta jangan dulu. Saya lihat. Jadi saya tidak melihat jumlah kasus, tapi terkendalinya," terangnya.

Baca juga: Kota Batu Tidak Mau Buru-buru Gelar PTM, Masih Tunggu Rekomendasi

Dilihat dari data tim satgas Covid-19 per 11 Maret 2022 kemarin, tren kasus Covid-19 di Kota Malang mengalami penurunan, dari 11 menjadi 4 persen.

Keterisian bed di isoter 27,02 persen, yang prosentasenya 12,63 pasien KTP Kota Malang, 14,38 pasien KTP luar Kota Malang.

Sedangkan prosentase kesembuhan mencapai 92 persen, dan dari data terakhir ada 206 pasien Covid-19 yang sembuh.

"Dari jumlah yang dalam pantauan saja sekitar seribu sekian. Tapi yang di rumah sakit itu di angka 80-an. Terus yang isoter, sudah seminggu ini kosong," tandasnya.

Baca juga: Surabaya PPKM Level 2, Jumlah Peserta PTM SD/SMP Kembali Dinaikkan Minggu Depan

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved