Virus Corona

Muncul Varian Covid-19 Gabungan Omicron dan Delta, Seberapa Parah Gejalanya? Ini Penjelasan Ilmuwan

Muncul varian Covid-19 mutasi Omicron dan Delta untuk pertama kalinya. Ini penjelasan Kepala Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia Dr Soumya Swaminathan.

Editor: Hefty Suud
sciencefocus.com
Ilustrasi Varian Hibrida Delta-Omicron “Deltacron”, 

TRIBUNJATIM.COM - Muncul virus Corona ( Covid-19 ) varian gabungan Delta dan Omicron.

Para ilmuwan telah mengonfirmasi kemunculan varian Covid-19 yang menggabungkan mutasi Omicron dan Delta untuk pertama kalinya.

Kasus mutasi Omicron dan Delta yang dijuluki secara tak resmi sebagai "Deltacron" ini, dilaporkan di Eropa dan Amerika Serikat, dikutip dari Live Science.

Ilmuwan mengonfirmasi kemunculan Deltacron melalui pengurutan genom yang di IHU Mediterranee Infection, Marseille, Perancis.

Perancis, Denmark, Inggris dan Belanda disebut telah mendeteksi varian Deltacron, berdasarkan data internasional GISAID.

Baca juga: 3 Negara yang akan Memasuki Fase Endemi, Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Termasuk Indonesia?

Baca juga: Cara Memantau Sebaran Virus Corona Varian Baru Omicron, ini Linknya, 42 Negara Sudah Lapor

Bahkan, Inggris telah mendeteksi 30 kasus Deltacron.

Secara terpisah, perusahaan riset genetika yang berbasis di California, Helix juga mengidentifikasi dua kasus Deltacron di AS.

Varian hibrida muncul melalui proses yang disebut rekombinasi, yaitu ketika dua varian virus menginfeksi pasien secara bersamaan.

Varian gabungan Delta dan Omicron

Ilustrasi virus Corona dan gejala terinfeksi Covid-19.
Ilustrasi virus Corona varian deltacron berasal dari varian delta, sedangkan protein lonjakannya dari Omicron. . (Shutterstock)

Dua varian itu kemudian bertukar materi genetik untuk menciptakan keturunan baru.

Para ilmuwan mengatakan bahwa "tulang punggung" varian deltacron berasal dari varian delta, sedangkan protein lonjakannya dari Omicron.

"Kami telah mengetahui bahwa peristiwa rekombinan dapat terjadi, pada manusia atau hewan, dengan berbagai varian SARSCoV2 yang beredar," kata Kepala Ilmuwan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Soumya Swaminathan.

Ia menyebut perlunya eksperiman untuk menentukan sifat varian virus hibrida tersebut.

Diyakini, varian Deltacron telah beredar sejak Januari 2022.

Baca juga: Cara Mengobati Sakit Perut karena Omicron, Gejala Baru yang Harus Diwaspadai Selain Sakit Kepala

Baca juga: 6 Gejala Omicron yang Sering Terabaikan: Kehilangan Nafsu Makan hingga Berkeringat di Malam Hari

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved