Berita Tulungagung

Petani di Tulungagung Mengeluh ke Dinas Pertanian, Jumlah Pupuk Bersubsidi Dianggap Jauh dari Cukup

Perwakilan petani di Tulungagung mengadu ke Dinas Pertanian, sebut jumlah pupuk bersubsidi jauh dari cukup: Terlalu berat.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/David Yohanes
Datangi Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, belasan petani dari Desa Besole, Kecamatan Besuki, mengeluhkan keterbatasan pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah, Senin (14/3/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Datangi Dinas Pertanian Tulungagung, belasan petani dari Desa Besole, Kecamatan Besuki, mengeluhkan keterbatasan pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah, Senin (14/3/2022).

Mereka mengaku, itu menyulitkan para petani yang sedang membutuhkan pupuk.

"Pupuk bersubsidi masih ada. Tapi jumlahnya sangat kecil," keluh Kawit, perwakilan para petani.

Kawit mencontohkan, biasanya satu hektare lahan membutuhkan sekitar 20 sak pupuk. Namun yang disediakan pemerintah hanya 5 sak saja.

Para petani merasa dipaksa untuk membeli pupuk nonsubsidi untuk menutup kekurangannya.

Baca juga: Petani di Tulungagung Mengaku Dipaksa Beli Pupuk Paketan Saat Menebus Pupuk Bersubsidi: Memberatkan

"Terlalu berat kalau petani harus membeli nonsubsidi. Kami tak mampu beli," ucap Kawit.

Karena itu, Kawit mengaku akan mencari usaha untuk memenuhi kekurangan pupuk ini.

Salah satunya dengan mengganti pupuk bersubsidi yang tak terpakai.

Meski Kawit juga pesimistis, karena ketersediaan pupuk bersubsidi yang sangat terbatas.

Keluhan lainnya adalah kios pupuk memaksa para petani membeli pupuk paketan.

Lazimnya para petani menebus pupuk bersubsidi di kios yang sudah ditetapkan.

Namun kios memaksa petani untuk membeli paket pupuk yang tidak dibutuhkan.

"Kalau tidak beli pupuk paketan itu, maka pembelian pupuk bersubsidi tidak akan dilayani," ungkap Kawit.

Pupuk yang dipaketkan antara lain jenis pupuk organik atau Phonska Plus.

Satu paket nilainya sekitar Rp 157.000.

Kawit meminta Dinas Pertanian Tulungagung menertibkan kios nakal yang memaksa petani membeli pupuk paketan.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved