Berita Jatim

HUT ke-48 PPNI, DPW PPNI Jatim Libatkan 60 Ribu Perawat Dukung 1.006 Titik Pengabdian Masyarakat

Memperingati HUT ke-48 Persatuan Perawat Nasional Indonesia, DPW PPNI Jatim menggelar acara pengabdian masyarakat serentak di 1.006 titik kegiatan yan

Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
kegiatan pengabdian masyarakat dari DPK RSPAL dan wakil dari RSPAL Kol Laut (Kes) Rustandi SE Amd. Kep. Bersama pengurus DPD PPNI Jatim. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memperingati HUT ke-48 Persatuan Perawat Nasional Indonesia, DPW PPNI Jatim menggelar acara pengabdian masyarakat serentak di 1.006 titik kegiatan yang tersebar di seluruh wilayah Jatim, Kamis (17/3/22).

Kegiatan tersebut melibatkan 38 Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Acara serentak dimulai pukul 08.00 WIB. Demi menjaga protokol kesehatan (prokes) kegiatan dilaporkan secara daring lewat zoom meeting.

Kegiatan pengabdian masyarakat meliputi kegiatan; vaksinasi, edukasi masyarakat 3T (tracing, testing, treatment) donor darah, posyandu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Secara teknis pengabdian masyarakat dilakukan di Dewan Pengurus Komisariat (DPK) di masing-masing rumah sakit, pendidikan dan fasilitas layanan kesehatan tempat mereka bekerja. Selama pelaksanaan aksi dipantau dan dilaporkan via zoom kepada kepanitian HUT PPNI yang dibentuk DPW PPNI Jatim yang menggelar acara di Hotel Ibis, Jemursari,” ujar Ketua DPW PPNI Jatim Prof Dr H Nur Salam M Nurs (Hons), Kamis (17/3/22).

Turut mendukung acara Ketua DPRD Jatim, Kusnadi SH, M Hum dan Walikota Surabaya Eri Cahyadi. Tampak hadir Kadinkes Jatim, Dr dr Erwin Astha Triyono SpTD dan Dr dr Joni Wahyuhadi Sp BS, Direktur RSUD dr Soetomo mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bergabung secara daring. Mereka juga menyaksikan dan saling sapa dengan DPK-DPK saat melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat.

Baca juga: Baru Dilantik, DPD PPNI Surabaya Periode 2022-2027 Siapkan 2000 Nakes Cadangan Bantu Pemkot Surabaya

Dalam sambutan sebelum pembukaan dr Joni mengatakan menjadi seorang perawat profesional harus mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. Seorang perawat harus bisa menjalankan perannya memberikan perawatan, membantu memberikan keputusan klinis, pelindung dan advokad klien, manajer kasus, komunikator, memberikan kenyamanan, rehabilitator, penyuluh dan peran karier.

“Menurut saya peran sangat berpengaruh perawat dalam membangun citra ideal di mata masyarakat, yang paling penting perawat, harus sebagai pemberi perawatan yang baik, peran memberikan kenyamanan, komunikator,” katanya.

Pemprov sangat memperhatikan tenaga kesehatan dan peningkatan derajat kesehatan di Jawa Timur, upaya yang dilakukan dengan support anggaran dan program. Insentif terhadap nakes selalu kami pantau untuk terpenuhi secepatnya, seperti peran nakes dalam penanganan Covid-19.

Baca juga: PPNI Kota Surabaya Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Doakan Perawat yang Gugur Akibat Covid-19

“Sekali lagi Pemprov Jatim mengucapkan terima kasih dan sumbangsihnya dalam membantu penanganan Covid-19. Selamat HUT ke-48 PPNI, mewakili Gubernur Khofifah, acara pengabdian masyarakat serentak ini kami buka,” ujarnya.

Dihubungi seusai acara, dr Joni ditanya bentuk dukungan atau respon Pemprov Jatim terhadap PPNI Jawa Timur. Dr Joni menegaskan, Gubernur Jatim sangat perhatian kemajuan dari keperawatan, juga support proses-proses perwujudan keperawatan dan tambahan TPP yang diberikan kepada perawat ada mekanismenya dan didorong untuk segera diberikan.

“Organisasi itu yang penting bermanfaat bagi masyarakat, soal pertimbangan karier perawat terutama yang pegawai negeri juga ada mekanismenya. Yang penting bagaimana perawat memberikan layanan perawatan yang terbaik, sehingga tidak ada lagi komplain dari masyarakat tidak mendapatkan pelayanan yang baik,” katanya.

Baca juga: HUT ke-48, PPNI Gelar Vaksinasi Booster Serentak di 12 Titik Kota Blitar, Targetkan 2.400 Orang

Menyinggung kesejahteraan perawat, Dr Joni menyatakan jika berstatus pegawai negeri, dipastikan tidak mungkin di bawah UMR. Namun jika yang di institusi swasta, Pemprov Jatim tidak tahu persis. “Itu jadi domain PPNI melakukan mapping, rumah sakit rumah sakit mana dan layanan kesehatan mana yang masih memberikan upah perawat di bawah UMR,” kilah dr Joni.

Sementara itu terkait kegiatan pengabdian masyarakat serentak ini, menurur Prof Nur Salam melibatkan 38 DPD Kabupaten/Kota se-Jatim dengan kegiatan lebih dari 1.000 titik yang sebagian juga dihadiri kepala daerah masing-masing. Dari 90.000 perawat anggota DPW PPNI Jatim, sekitar 50.000- 60.000 perawat yang dilibatkan dalam kegiatan kali ini.

Seperti DPD Malang Raya melaporkan 390 titik kegiatan, DPD Surabaya 57 titik kegiatan, DPD Lumajang 15 titik kegiatan, Kota Blitar 15 titik kegiatan dan DPD Banyuwangi 51 titik kegiatan, sebagian besar pelaksanaan vaksinasi massal dan edukasi Prokes.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved