Virus Corona

Subvarian Omicron BA.2 Dominan di Indonesia, Ini Gejala dan Cara Cegah Penularannya dari Kemenkes

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ungkap subvarian Omicron BA.2 sudah terdeteksi di Indonesia sejak awal Januari 2022. Ini gejala dan cara cegah.

Editor: Hefty Suud
Shutterstock
ILUSTRASI Subvarian Omicron BA.2 sudah terdeteksi di Indonesia sejak awal Januari 2022. 

TRIBUNJATIM.COM - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat kasus subvarian Omicron BA.2 terdeteksi di 19 provinsi di Indonesia.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Dikatakan bahwa subvarian Omicron BA.2 sudah terdeteksi di Indonesia sejak awal Januari 2022.

“Subvarian (Omicron BA.2) ini juga sudah ada di Indonesia,” ungkapnya dalam keterangan pers secara virtual pada Senin (14/3/2022).

Bahkan berdasarkan genome sequencing yang telah dilakukan pada 8.302 genome sequencing selama 2 bulan terakhir, subvarian Omicron BA.2 sudah menjadi dominan di Indonesia.

“Di akhir-akhir memang porsi BA.2 ini sudah dominan juga di Indonesia,” imbuhnya.

Lantas seberapa parah Omicron BA.2? Berikut penjelasan tetang gejala dan cara mencegah penularannya.

Baca juga: Mengenal Deltacron dan Hubungannya dengan Covid-19 Omicron, Ahli Patologis Klinis Beber Efeknya

Terdeteksi di 19 provinsi

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (15/3/2022), Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat kasus subvarian Omicron BA.2 terdeteksi di 19 provinsi di Indonesia.

“Saat ini varian ini telah terdeteksi di 19 provinsi di Indonesia,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Kendati demikian, Wiku tidak menyebutkan 19 provinsi mana saja yang sudah mendeteksi kasus subvarian Omicron BA.2.

Berdasarkan laporan data dari GISAID 13 Maret 2022, subvarian Omicron BA.2 di Indonesia telah mencapai 8.302 sequence. 

Secara terpisah, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyebutkan 363 kasus Covid-19 akibat penularan subvarian Omicron BA.2 di Indonesia.

Baca juga: Kasus Harian Covid-19 Terus Turun, Pemkot Targetkan Surabaya Masuk PPKM Level 1 Sebelum Ramadan

Baca juga: Tingkat Hunian di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Tinggi, Kota Blitar Tetap Berada di PPKM Level 3

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi. ( DOK. Humas Kemenkes)

"Kami sampaikan BA.2 sudah 363 varian, tapi memang lebih kecil BA.1.1, BA.1," kata Nadia dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (15/3/2022).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved