Berita Kota Batu

Tiga Program Ini Jadi Prioritas BNN Kota Batu untuk Mengurangi Jumlah Pengguna Narkotika

Menginjak usia ke-20 tahun, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu berkomitmen untuk mengurangi jumlah pengguna Narkotika di kawasannya.

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Kepala BNN Kota Batu, Agus Surya Dewi menendang bola dalam rangkaian kegiatan olahraga pra HUT ke-20 BNN. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Menginjak usia ke-20 tahun, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu berkomitmen untuk mengurangi jumlah pengguna Narkotika di kawasannya.

Ada tiga program prioritas bakal dijalankan BNN Kota Batu secara berimbang agar tujuan tersebut terealisasi dengan tepat.

Kepala BNN Kota Batu, Agus Surya Dewi menerangkan, tiga program prioritas tersebut adalah pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi. Dalam upaya pencegahan, BNN Kota Batu banyak menyasar para anak-anak muda.

Dewi mengatakan, anak-anak muda menjadi target utama para pengedar. Oleh sebab itu, anak-anak muda di Kota Batu harus mendapatkan edukasi yang benar agar pencegahan berfungsi.

Terkait pemberantasan, BNN Kota Batu melakukan penangkapan terhadap para pelaku dan pengedar. Upaya ini dilakukan agar potensi transaksi obatan-obatan tanpa izin tersebut bisa ditekan.

Baca juga: Imbauan Bahaya Narkoba kepada Masyarakat, BNN Kota Malang Bakal Pasang Voice Announcer

Pada akhir 2021 lalu, Tim Gabungan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan Tim Pengawasan Dini (Wasdin) mengamankan sejumlah barang yakni pil dobel L serta kapsul yang masih belum jelas identitas pemiliknya.

Dewi mengatakan temuan barang bukti itu didapat setelah menggeledah sebuah tas yang disebutnya milik ‘mami’. Saat razia, petugas juga melakukan tes urine terhadap pengunjung di tempat hiburan malam.

Dari hasil tes tersebut, tidak ditemukan adanya pengunjung yang positif menggunakan Narkotika.

“Terakhir rehabilitasi agar mereka paling tidak mengurangi permintaan. Kalau pengguna sudah pulih, jadi bisa ditekan peredarannya,” ujar Dewi, Selasa (22/3/2022).

Baca juga: Pendaki asal Pasuruan Hilang di Gunung Arjuno, Sang Kakak Optimis Adiknya Bisa Kembali Selamat

Beberapa waktu lalu, Dewi mengatakan kebutuhan tempat rehabilitas pengguna narkotika sangat penting. Ia mengharapkan tiga pemerintah daerah di Malang Raya bisa bekerjasama untuk membuat tempat rehabilitasi.

Kota Batu dinilai cukup bagus menjadi tempat rehabilitasi karena cuaca dan tempat yang ideal. Saat ini, tidak ada tempat rehabilitasi di Jawa Timur, termasuk kawasan Malang Raya. Sementara kasusnya cukup banyak ditemukan.

“Akibat tidak adanya tempat rehabilitasi, maka para pengguna menjalani rehabilitasi jalan, bukan inap. Pelaksanaan rehabilitasi jalan kurang efektif terhadap para pelaku yang telah kecanduan parah,” kata Dewi.

Ada tiga tahap peringatan HUT ke-20 BNN yang diselenggarakan di Kota Batu. Mulai dari tahap pra, peringatan puncak dan pasca HUT.

Pra peringatan berisi kegiatan lomba, olahraga dan talkshow. Peringatan puncak dilakukan upacara secara virtual dan pagelaran seni budaya anti narkoba. Kegiatan pasca berisi webinar, donor darah serta bagi takjil pada Ramadan mendatang. 

Baca juga: Polisi Ungkap Prosesi Ritual di Petilasan Prapen Mpu Supo yang Tewaskan Ibu dan Anak di Tuban

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved