Berita Surabaya

Dirjen Hubdar Kaget Temukan Masalah 'Double Order' di Jatim, Pekan Ini Ajak Wakil Ojol ke Jakarta

Empat tuntutan massa aksi driver ojek online (Ojol) yang sempat mengepung jalanan depan Kantor Dishub Jatim, pada Kamis (24/3/2022), bakal diakomodir

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/LUHUR PAMBUDI
Direktur Ditjen Hubdar Kemenhub RI, Budi Setiyadi berjanji saat menemui massa aksi driver ojek online di depan Kantor Dishub Jatim 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Empat tuntutan massa aksi driver ojek online (Ojol) yang sempat mengepung jalanan depan Kantor Dishub Jatim, pada Kamis (24/3/2022), bakal diakomodir oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdar) Kemenhub RI

Mulai dari penyesuaian jumlah aturan baru nominal tarif, bakal dipertegas kembali mengacu pada Peraturan Menteri Kominfo nomor 1 tahun 2012.

Termasuk, perihal maraknya aplikator penyedia jasa antar orang dan barang. Dirjen Hubdar Kemenhub RI, bakal tetap melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan baru tersebut, seusai dengan Peraturan Menteri Perhubungan. 

Namun, perihal masalah double order, pihak Dirjen Hubdar Kemenhub RI mengakui, permasalahan tersebut merupakan temuan baru, yang belum pernah ditemui di Jakarta. 

Oleh karena itu, Direktur Ditjen Hubdar Kemenhub RI, Budi Setiyadi berjanji akan mengakomodir semua permasalahan dan solusi atas tuntutan tersebut dalam mediasi bersama di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta. 

Baca juga: Ada Demo Ojol di Surabaya, Puluhan Driver yang Nekat Beroperasi Kena Sweeping Sesama Ojek Online

"Saya akan mengakomodir merespon pemikiran teman-teman di Surabaya, Jatim karena ada perwakilan Blitar, Malang, untuk datang ke Jakarta, bersama asosiasi di Jakarta untuk menyampaikan atau memperbaiki beberapa aturan di Jakarta, supaya bisa mengakomodir beberapa pemikiran dari daerah," katanya diharapkan massa aksi di depan Kantor Dishub Jatim. 

Sementara itu, Perwakilan Front Driver Ojek Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jatim Eka Indrawadi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya bersama perwakilan paguyuban ojol dan taksi online, bakal diajak ke Kantor Kementerian Perhubungan di Jakarta, guna membahas sejumlah tuntutan yang dirasakan para driver ojol di Jatim.

"Soal tarif, kami tidak menghendaki tarif naik, tapi kami hanya menuntut adanya aturan tarif batas atas dan batas bawah. Karena banyak aplikator yang menentukan harga dibawah sekali," pungkas Eka. 

Baca juga: Surat Perintah Tak Sesuai Lokasi, Eksekusi Rumah di Sidoarjo Gagal, Juru Sita Terpaksa Balik Kanan

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved