Berita Jember

Hidupkan Rasa Kebersamaan, Bupati Jember Ajak Warga Gotong Royong Bersihkan Sedimentasi Sungai

Bupati Jember Hendy Siswanto turun ke Sungai Bedadung di area Dam Curahmalang Kecamatan Rambipuji, Sabtu (26/3/2022). 

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/SRI WAHYUNIK
Penggelontoran lumpur sedimentasi di Sungai Bedadung Dam Curahmalang Rambipuji, Jember, Sabtu (26/3/2022) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Bupati Jember Hendy Siswanto turun ke Sungai Bedadung di area Dam Curahmalang Kecamatan Rambipuji, Sabtu (26/3/2022). 

Bupati Hendy bersama beberapa pejabat dan ASN Pemkab Jember, gotong royong bersama warga sekitar, juga TNI dan Polri. Mereka turun ke dasar sungai yang telah dikeringkan, untuk membersihkan lumpur hasil sedimentasi (waled). 

Kegiatan tersebut masih dalam rangkaian program Jember Hadir untuk Rakyat (J-Hur) di Kecamatan Rambipuji, hari kedua, Sabtu (26/3/2022). 

“Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bergotong-royong bersama untuk menggelontorkan waled di sungai ini. Semuanya sangat kompak luar biasa,” kata Bupati Hendy.

Dia menjelaskan, pihaknya lebih memilih membersihkan secara manual (gotong-royong) daripada menggunakan alat berat karena demi menghidupkan kembali rasa kebersamaan.

“Kalau semuanya kompak seperti ini, semuanya diusung bersama-sama dengan rukun. Insya Allah Jember akan lebih makmur dalam persoalan apapun,” imbuhnya.

Baca juga: Sering Diejek Beri Susu Formula, Ibu di Jember Tega Lempar Bayi ke Sumur, Polisi: Marah pada Dirinya

Apalagi sekitar empat tahun, waled di Sungai Bedadung tidak lagi digelontorkan sehingga menyebabkan pemampatan tanah. 

“Karena sungai ini mengairi sekitar 13 ribu hektare sawah, maka sangat penting penggelontoran waled,” tegasnya.

Selain itu, Bupati Hendy menyampaikan akan melakukan kegiatan semacam ini secara rutin dalam jangka waktu 3 - 4 bulan sekali. Hal itu untuk menjaga stabilitas volume pemadatan sedimen dan lumpur di sungai.

Dia juga menyampaikan, adanya pemadatan tersebut bisa berdampak pada pendangkalan sungai. Sungai dangkal menyebabkan, sungai kerap meluap akibat tidak mampu menampung debit air. 

"Kemudian jadilah banjir. Oleh karena itu sangat penting menggelontorkan lumpur sedimentasi ini," pungkasnya. 

Baca juga: Asyik Live di Medsos Sambil Jalan Mundur, Wanita di Malang Bernasib Tragis, Teriak Minta Tolong

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved