Berlatar Belakang Kurang Mampu, Alumni SMK Jateng yang Digagas Ganjar Angkat Kesejahteraan Keluarga

Berlatar belakang keluarga kurang mampu, alumni SMK Jateng, sekolah yang digagas Ganjar Pranowo, kini bisa mengangkat kesejahteraan keluarganya.

Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Sekolah yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, SMK Jateng berhasil mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi, Rabu (30/3/2022). Dengan bekal ijazah dan kemampuannya, mereka dapat bekerja di perusahaan-perusahaan bonafit dan menempati posisi penting. 

TRIBUNJATIM.COM, SEMARANG - Sekolah yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, SMK Jateng berhasil mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi.

Dengan bekal ijazah dan kemampuannya, mereka dapat bekerja di perusahaan-perusahaan bonafit dan menempati posisi penting.

Lebih dari itu, lulusan yang mulanya berlatar belakang dari keluarga kurang mampu itupun akhirnya dapat mengangkat kesejahteraan keluarganya. Mulai dari membeli sawah, merenovasi rumah, hingga membiayai sekolah adik-adiknya.

Riska Yunita, misalnya, lulus dari SMK Jateng tahun 2019 ini langsung diterima karyawan tetap sebagai Staf Logistic and Export Import Control (LEIC) di PT Komatsu Undercarriage Indonesia Cikarang. Penghasilannya saat ini, cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan bahkan untuk membantu biaya pendidikan kedua adiknya.

“Sekarang saya bisa mengirim Rp 1,5 juta ke orang tua di rumah tiap bulannya. Dan, saya juga bisa membantu biaya sekolah kedua adik saya, yang satu masih SD dan satunya lagi kuliah di perguruan tinggi di Bandung,” ujar Riska saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Rabu (30/3/2022).

Ia mengatakan, SMK Jateng menjadi sekolah yang mampu mewujudkan cita-citanya. Sebab, ia merupakan anak yang hidup di keluarga yang kurang mampu. Sejak kecil, ia harus menumpang dan berpindah-pindah tempat tinggal.

“Iya, dari kecil hidup berpindah-pindah, numpang di rumah mbah dari bapak, pindah ke rumah mbah dari ibu, dan sejumlah kerabat lainnya. Sebenarnya, dulu sudah daftar di SMA negeri, tapi akhirnya memilih SMK Jateng karena di sana gratis,” papar remaja asal Desa Walikoro, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo ini.

Menurutnya, di SMK Jateng, siswa dibekali kemampuan sesuai jurusan yang diambil. Selain itu, pelajaran penting adalah pelajaran kejujuran, kerja keras, mandiri dan pantang menyerah.

“Saya mendaftar tahun 2016 dan ambil jurusan Teknik Otomasi Industri, kalau sekarang Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Saya aktif di kegiatan OSIS dan Pramuka. Ya, di SMK Jateng diajarkan kedisiplinan, kerja keras, pantang menyerah dan kemandirian,” paparnya.

Cerita kesuksesan juga disampaikan Ragil Budiarto, lulusan SMK Jateng asal Kabupaten Magelang. Kini, ia sudah bekerja sebagai operator penempatan PLTD Senayan, dengan pendapatan yang cukup untuk membantu orang tuanya di kampung halaman.

“Alhamdulillah sebelum wisuda saya sudah diterima kerja di PLTD Senayan. Sekarang sudah bisa membantu ibu saya untuk merenovasi rumah dan membeli peralatan rumah tangga seperti alat masak, mesin cuci dan lainnya,” tutur lulusan tahun 2019 ini.

Dulunya, Ragil bersekolah di SMK Jateng Semarang karena kondisi ekonomi yang serba kekurangan. Ia tinggal bersama ibunya di rumah tidak layak huni. Bahkan jika musim hujan atapnya bocor.

“Sebenarnya masalah ekonomi. Saya tinggal bersama ibu dan rumahnya kalau hujan bocor. Awalnya pengen sekolah di Magelang, tapi ibu tidak mengizinkan karena biaya tidak cukup. Akhirnya daftar di SMK Jateng ambil jurusan Mekatronika, atau sekarang Elektronika Industri," imbuh dia.

Menurutnya, SMK Jateng memiliki pendidikan karakter yang kuat. Selain itu semuanya gratis dan berasrama. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved