Berita Pasuruan

Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Bangil Ingatkan Pelajar Bijak Gunakan Medsos

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil Pasuruan terus berinovasi untuk memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat di Pasuruan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA
Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan Jemmy Sandra saat memberikan sosialisasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil Pasuruan terus berinovasi untuk memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat di Pasuruan.

Kali ini, sasarannya adalah pelajar. Korps Adhyaksa ingin generasi penerus bangsa ini mengenal dan mengetahui hukum sejak dini.

Program yang sedang digagas adalah Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Ini adalah cara jaksa memberikan penyuluhan hukum.

Kegiatan ini digelar secara roadshow ke beberapa sekolah SMK atau SMA di Pasuruan. Salah satunya, penyuluhan hukum ke SMA Negeri 1 Purwosari, Kamis (31/03/2022).

Kegiatan itu diikuti puluhan pelajar. Rombongan jaksa, dipimpin Kasi Intel beserta jaksa fungsional dan guru sekolah.

Materi yang disampaikan kali ini, bersikap bijak menggunakan kata di Media sosial (Medsos) dan hindari Judi online. 

Baca juga: Antisipasi Ambles, Jembatan Okabawes Bangil Pasuruan Disebut Harus Segera Ada Perbaikan

Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan Jemmy Sandra mengatakan, program jaksa masuk sekolah ini targetnya memberikan pencegahan dan pembelajaran terhadap siswa agar terhindar dari hukum. 

Selain itu, Kejaksaan juga memperingatkan siswa dan siswi mulai remaja agar tidak terjerumus masalah hukum karena kurangnya wawasan hukum.

"Tentunya jangan sampai para pelajar melakukan perbuatan melangar hukum pidana. Karena selama ini para siswa dalam bermedia sosial kebanyakan tidak tau kata-kata mana yang salah dan benar," paparnya.

Harapanya, kata dia, remaja sekolah ini bisa mengenal hukum. Saat ini Kejaksaan telah memberikan penyuluahan hukum ke pelajar SMA dan SMK.

Baca juga: Laris Manis Meski Harga Naik, Penjual Bunga Tabur di Kediri Raup Untung Berlipat Jelang Ramadan

Kepala SMAN 1 Purwosari Fety Susila merasa senang dan mendukung salah satu program prioritas kejaksaan Pasuruan ini.

Ia menyebut, program ini membuat siswa paham hukum. Pertama anak-anak jadi tidak takut. Kemudian arahan dari Kejaksaan bisa lebih hati-hati agar tidak melanggar hukum.

"Mudah - mudahan, penyuluhan hukum ini membuat siswa sadar dan tidak salah langkah. Karena jika pelajar tidak bijak menggunakan Medsos, mereka akan kejebak dari sanksi hukum," pungkas dia. 

Baca juga: Masjid Agung Sampang Mulai Siapkan Pelaksanaan Salat Tarawih

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved