Berita Kota Batu

Tren Penularan Covid-19 di Kota Batu Turun, Dewanti Rumpoko Optimistis Perekonomian Tumbuh 5 Persen

Tren penularan Covid-19 di Kota Batu menurun, Wali Kota Dewanti Rumpoko optimistis perekonomian tumbuh hingga 5 persen pada tahun 2022 ini.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko berdialog dengan para pelaku UMKM di Kantor PLUT Kota Batu, 2022. Dewanti optimistis perekonomian Kota Batu tumbuh hingga 5 persen seiring menurunnya kasus penularan Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko optimistis perekonomian tumbuh hingga 5 persen pada tahun 2022 ini, seiring dengan menurunnya tren kasus penularan Covid-19 di Kota Batu.

Pada tahun 2020 lalu, pandemi Covid-19 membuat perekonomian Kota Batu terkontraksi hingga -6,51 persen.

“Diprediksi bisa tumbuh lebih baik lagi, 5 hingga 5,5 persen pada 2022. Asalkan kondisinya kondusif,” ujar Dewanti Rumpoko, Senin (4/4/2022).

Lesunya perekonomian tahun 2020 membuat angka pengangguran terbuka naik menjadi 5,93 persen. Lantaran PDRB jasa akomodasi pariwisata tergerus hingga minus 23,13 persen. Sekadar informasi, per 3 April 2022, kasus aktif di Kota Batu tercatat hanya 9 kasus. Sedangkan vaksinasi Covid-19 dosis pertama sebanyak 185.616 (112,54 persen), dosis kedua 164.042 (99,46 persen), dan dosis ketiga 22.253 (13,49 persen).

Sektor pariwisata dan pertanian menjadi andalan Kota Batu untuk memulihkan perekonomian. Kedua sektor tersebut memiliki dampak multi terhadap sektor-sektor lainnya seperti kuliner, jasa antar barang dan lain sebagainya.

Meski laju perekonomian sempat terpuruk karena terpaan pandemi, Kota Batu mampu memperbaiki kondisi pada 2021. Pada 2021, perekonomian Kota Batu naik mencapai 4,04 persen. Capaian itu lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur yang tumbuh sebesar 3,57 persen.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu, produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 16,8 miliar atau berkontribusi sebesar 0,69 persen terhadap PDRB Jawa Timur.

“Tingkat kunjungan wisatawan pada 2021 mencapai 3,09 juta dan tingkat okupansi hotel sebesar 23,13 persen,” imbuh Dewanti.

Program belanja daerah juga mendorong perputaran ekonomi di Kota Batu semakin laju. Dewanti telah memerintahkan jajaran dinas agar kegiatan yang dilaksanakan mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja lokal. Demikian halnya dengan pembelanjaan barang dan jasa serta belanja modal, sedapat mungkin lebih memprioritaskan produk lokal di Kota Batu.

“Saya berharap penguatan dan percepatan belanja pemerintah dan juga belanja APBD dapat menjadi stimulus yang mampu mendorong percepatan pemulihan ekonomi,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Di sektor pertanian, lima komoditi sayuran di Kota Batu tercatat melimpah pada 2021. BPS Kota Batu mencatat, lima jenis sayuran tersebut adalah wortel, sawi, daun bawang, kentang dan labu siam.

Tim Statistik Produksi BPS Kota Batu, Arini Ismiati mengatakan, data yang dihimpun, produktivitas wortel memiliki total produksi mencapai 83.673 kuintal dengan luas lahan 462,28 hektare. Sementara sawi menembus angka 960.615 kuintal dari luas total lahan 555,26 hektare.

Sedangkan untuk daun bawang menembus 71.596 kuintal dari luas lahan 504,2 hektare. Tanaman kentang menghasilkan 70.311 kuintal dari luas lahan 364,3 hektare. Labu siam dari lahan hanya seluas 20,70 hektare tapi bisa menghasilkan 25 kuintal.

“Ini dikarenakan labu siam adalah jenis tanaman merambat yang memang tidak perlu lahan yang luas. Hasilnya pun maksimal. Meski tidak banyak petani yang memilih labu siam sebagai produksi utamanya,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved