Berita Kabupaten Kediri

Siapkan Operasional Bandara Kediri, Bupati Mas Dhito Pastikan PDAM Dapat Layani Air Bersih

Siapkan operasional Bandara Kediri yang akan beroperasi pada tahun 2023 mendatang, Bupati Mas Dhito memastikan PDAM bisa layani air bersih bandara

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Pemkab Kediri
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mendorong PDAM untuk dapat melayani kebutuhan air bersih jelang operasional Bandara Kediri pada tahun 2023 mendatang. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Melia Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Bersamaan dengan rencana operasional Bandara Kediri, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendorong agar perusahaan daerah air minum (PDAM) dapat menjadi pemasok kebutuhan air bersih bandara. 

Bandara yang terletak di Kecamatan Grogol tersebut rencananya akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2023 mendatang. 

"Pengelolaan air bersih bandara, harapan kami ini nanti bisa dirembuk. Kita telah merestruktur PDAM dan insyaallah dapat bekerja dengan akselerasi yang cepat," kata Mas Dhito, sapaan Hanindhito Himawan Pramana, Kamis (7/4/2022). 

Untuk mendukung bandara itu, Mas Dhito meminta peningkatan jaringan pipa air bersih di sebelah barat Sungai Brantas yang menjangkau sampai ke bandara. 

Dalam hal ini, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) yang mengurusi pengelolaan air minum diharapkan dapat berkoordinasi dengan PDAM.

"Kita minta Perkim dan PDAM dapat berdiskusi dengan PT Surya Dhaha Investama (SDHI) untuk pengelolaan air bersihnya," ungkapnya. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri, Moch Salehudin menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PDAM terkait rencana penyertaan modal. Ada wilayah yang menjadi prioritas pengembangan jaringan, terutama bagian barat sungai. 

"Harapannya PDAM ke depan dapat meng-cover kebutuhan air bersih bandara, tentunya ini dapat meningkatkan pendapatan sesuai visi misi Mas Bup yakni optimalisasi perusahaan daerah," tambahnya. 

Sementara itu Direktur PT Surya Dhaha Investama (SDHI), Maksin Arisandi menyampaikan, kebutuhan air bersih di bandara yakni 1.000 meter kubik per hari. Jumlah itu sudah termasuk untuk cadangan pemadam kebakaran (PMK) di bandara. 

"Terkait yang disampaikan Mas Bup soal perombakan di PDAM kami akan menyesuaikan. Terkait teknis pemenuhan air bersih akan seperti apa kami akan ngikut," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved