Berita Kota Batu

Upaya Stabilkan Harga Sembako, Pemprov Jatim Gelar Pangan Murah di Kota Batu

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan intervensi harga sebagai upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok yang naik.

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Gelar Pangan Murah (GPM) melalui operasi pasar murah yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pemprov Jatim di Kecamatan Junrejo, Kamis (7/4/2022). 

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan intervensi harga sebagai upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok yang naik.

Terlebih di masa Ramadan ini, tingkat konsumsi masyarakat diprediksi naik. Hal itu berdampak pada naiknya daya beli juga.

Upaya intervensi yang dilakukan salah satunya gelar pangan murah (GPM) melalui operasi pasar murah yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pemprov Jatim di  Kecamatan Junrejo, Kamis (7/4/2022).

Kasi Distribusi dan Penganekaragaman Pangan DPKP, Jatmiko Prasetya mengatakan, sebelum digelar di Kota Batu, GPM dilaksanakan di Kabupaten Kediri dan Jember. Upaya pengendalian harga itu akan terus dilakukan di beberapa daerah di Jawa Timur.

“Setelah Kota Batu, akan berlanjut ke Bojonegoro, Nganjuk, hingga Lamongan. Akan terus dilakukan berjenjang sampai setelah puasa,” kata Jatmiko, Kamis (7/4/2022).

Sumber bahan-bahan pokok pangan yang dijual saat GPM berasal dari produsennya langsung.

Seperti minyak goreng didapat dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pangan, perdagangan dan distribusi. Berikutnya, kebutuhan telur diperoleh dari PT Prima Freshmart.

“Kami menggandeng beberapa pihak untuk memenuhi stok. termasuk Bulog. Dari kami menyediakan bawang merah, bawang putih, gula juga minyak goreng selain dipasok PT RNI," terang dia.

Jatmiko mengatakan, bahan-bahan pokok yang dijual selama GPM dibanderol dengan harga dasar dari produsen. Hal ini agar masyarakat dapat menjangkau kebutuhan di tengah gejolak harga pangan yang meningkat.

Untuk menciptakan harga yang terjangkau, pihaknya memangkas biaya distribusi. Alur distribusi ini yang mempengaruhi lonjakan harga. Biaya distribusi disubsidi DPKP Pemprov Jatim.

“Seperti telur dijual seharga Rp 21 ribu per kilogram. Harga dari peternak. Minyak goreng dijual Rp 19 ribu per liter dari RNI. Jadi rantai distribusinya kami pangkas,” ujar dia. 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved