Arti 'Good Friday' Perayaan Kamis Putih, Jumat Agung, Minggu Paskah, Telah Diperingati Berabad-abad

Simak sejumah informasi mengenai perayaan Jumat Agung. Hari Jumat Agung telah diperingati selama berabad-abad.

Pixabay
Good Friday/Jumat Agung - Kemungkinan besar nama Good Friday berasal dari kata "baik" yang dulu berarti "suci". 

Alasan Disebut Good Friday/Jumat Agung

Kemungkinan besar nama Good Friday berasal dari kata "baik" yang dulu berarti "suci", sebuah teori yang didukung oleh banyak linguistik dan bahkan Kamus Bahasa Inggris Oxford.

Beberapa ahli bahasa dan sejarawan memperdebatkan teori bahwa kebaikan mungkin juga datang darinya setelah disebut "God's Friday".

Namun, banyak yang tidak dapat menemukan hubungan antara kedua kata tersebut, seperti yang dijelaskan Slate.

Dikutip dari christianity.com, alasan mengapa disebut dengan 'Good Friday" dan bukan "Bad Friday" karena penderitaan dan kematian Yesus, sama mengerikannya, menandai puncak dramatis dari rencana Tuhan untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.

Jumat Agung adalah "baik" karena sama buruknya dengan hari itu, itu harus terjadi agar kita menerima sukacita Paskah.

Murka Allah terhadap dosa harus dicurahkan ke atas Yesus, pengganti korban yang sempurna, agar pengampunan dan keselamatan dicurahkan kepada bangsa-bangsa. Tanpa hari penderitaan, kesedihan, dan penumpahan darah yang mengerikan itu di kayu salib, Tuhan tidak bisa menjadi “adil dan sekaligus pembenaran” bagi mereka yang percaya kepada Yesus ( Roma 3:26 ).

Baca juga: Indahnya Toleransi di Madiun, Forum Perdamaian Bagi Masker dan Hand Sanitizer ke Umat Kristiani

Perayaan Jumat Agung

Jumat Agung
Jumat Agung (Holidays Calendar)

Berbagai cara untuk menghormati hari telah berkembang, dan banyak tradisi serta devosi populer yang masih dipraktikkan hingga saat ini.

Pada abad pertengahan, Fransiskus dari Assisi mempopulerkan ziarah simbolis jika tidak dapat melakukannya ke Yerusalem, yang dikenal sebagai Jalan Salib, kata Morrill.

Pengabdian tersebut mencakup salib yang diberi jarak pada interval (baik di dalam maupun di luar) di samping seni seperti lukisan atau pahatan yang menggambarkan pemandangan penting dari kehidupan Yesus.

Siluet drama kisah sengsara Yesus ditampilkan Mudika Gereja Katolik St Vincentius A Paulo pada Peringatan Jumat Agung di Gereja Katolik Santo Vincentius A Paulo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (19/4/2019). Visualisasi yang menceritakan 14 perhentian Jalan Salib tersebut merupakan rangkaian perayaan Tri Hari Suci Paskah (Kebangkitan Yesus). Surya/Ahmad Zaimul Haq (Surya/Ahmad Zaimul Haq)
Orang-orang berhenti untuk berdoa, bermeditasi, dan membaca atau mendengar bagian-bagian Alkitab di setiap stasiun.

Ini paling sering didoakan selama Prapaskah dan terutama pada hari Jumat Agung.

Drama yang mendramatisasi hari-hari terakhir kehidupan Yesus, juga dimulai pada Abad Pertengahan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved