Berita Madura

Bangun Tidur saat Pagi Buta, Pria di Bangkalan Malah Digerebek Polisi, Barang di Dapur Jadi Sebab

Pria berinisial IN (32) dibuat kaget setengah tidak percaya dengan kehadiran sejumlah anggota Sat Narkoba Polres Bangkalan di rumahnya

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Ahmad Faisol
Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino didampingi Kasat Narkoba, Iptu Iwan Kusdiyanto menghadirkan tersangka IN (32), warga Desa Parseh, Kecamatan Socah berikut 153,2 grau 1,5 Ons dalam Pers Rilis di mapolres, Kamis (14/4/2022) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Ahmad Faisol

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Pria berinisial IN (32) dibuat kaget setengah tidak percaya dengan kehadiran sejumlah anggota Sat Narkoba Polres Bangkalan di rumahnya, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan di pagi buta, Kamis (6/4/2022) sekitar pukul 06.00 WIB. Ia baru saja bangun dari tidurnya.

Bukan maksud bertamu, namun kedatangan para polisi tidak lain adalah melakukan penggerebekan. Sebagai tindak lanjut atas informasi masyarakat yang menyebutkan, di rumah IN sering dilakukan transaksi narkoba jenis sabu.

“Tersangka IN baru saja bangun tidur. Kami sengaja berangkat dari mako (Polres Bangkalan) sekitar pukul 04.30 WIB, masuk rumah tersangka pada pukul 06.00 WIB,” ungkap Kasat Narkoba Polres Bangkalan, Iptu Iwan Kusdiyanto kepada Surya usai Pers Rilis, Kamis (14/4/202).

Baca juga: Nasib Dukun PKI Mbah Suro yang Terkenal Sakti, Harus Berhadapan dengan Strategi Jitu Kopassus

Ia menjelaskan, pihaknya sebelum melakukan penggerebekan membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk melakukan penyelidikan. Itu dilakukan sebagai upaya untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima dari masyarakat.

“Kami tekuni kurang lebih seminggu lamanya sebelum bergerak masuk ke rumah tersangka. Alhamdulillah kami bisa ungkap hasil cukup lumayan, sebanyak sekitar 153,2 gram atau setengah Ons Sabu,” jelas Iwan.

Dalam penggerebekan, tidak ada upaya perlawanan dari IN. Penggeledahan awal dilakukan polisi di dalam kamar tersangka. Hasilnya, polisi hanya menemukan 5 klip berisikan sabu masing-masing seberat 0,82 gram, 0,83 gram, 0,98 gram, 0,78 gram, dan 0,50 gram. Lima bungkus sabu itu disimpan dalam kantong klip.

Tidak puas dengan hasil temuan barang bukti sabu paketan hemat, polisi terus melakukan penggeledahan hingga ke ruang bagian belakang termasuk dapur. Semua perabotan dari menjadi sasaran penggeledahan.

“Nah di bawah lemari dapur, kami menemukan tiga plastic klip besar berisikan sabu masing-masing seberat 83,61 gram, 50,53 gram, dan 17,97 gram. Semua barang bukti diakui tersangka baru hari itu didapat, belum sempat terjual,” tegas Iwan.

Atas perbuatannya, tersangka IN terancam hukuman pidana minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara. Sebagai diatur dalam Pasal 114 (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009.

“Di hadapan penyidik kami, tersangka IN mengaku biasanya menjual sabu ke Surabaya dengan cara mengecer dalam beberapa paket hemat,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

 

Kumpulan berita Madura terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved