Berita Lamongan

Berkonsep Mal 3 Lantai, Toserba Ponpes Sunan Drajat Diresmikan, Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren

Upaya mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren, Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat Lamongan resmi miliki Toserba.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI
Peresmian Toserba Sunan Drajat di Paciran sebagai etalase produk pesantren Jatim untuk kemandirian umat, Senin (18/4/2022) petang. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Upaya mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren, Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat Lamongan resmi miliki Toserba.

Toko serba ada berkonsep mal 3 lantai yang dikelola dengan sistem koperasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkab Lamongan, Bank Indonesia dan Kementrian Koperasi dan UMKM.

Toserba yang berada di tanah seluas 3000 M tersebut menghadirkan beberapa konsep. Toserba Sunan Drajat ini sebagai etalase produk pesantren Jatim untuk kemandirian umat

Di lantai bawah terdapat retail yang menjual keperluan sembako dan makanan, kemudian di lantai 2 setengah mall yang menjual aksesoris dan peralatan rumah tangga serta di lantai 3 khusus menjual fashion, pemuda dan kaum milenial.

Diungkapkan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementrian Koperasi dan UMKM, Supomo, melalui peresmian toserba ini merupakan ikhtiar bersama dalam mewujudkan merdeka finansial pesantren, melihat besarnya potensi yang dimiliki pesantren bukan tidak mungkin kemandirian ekonomi dapat tercapai.

"Kegiatan sore hari Ini adalah wujud nyata dari kolaborasi seluruh pihak baik pemerintah pusat, daerah dan pesantren dalam mensupport kemandirian ekonomi pesantren," ungkapnya.

Baca juga: Terungkap Kecepatan Mobil Grup Musik Debu saat Kecelakaan, Ditemukan Bekas Tanda Ini saat Olah TKP

Baca juga: Tertunduk Akui Bersalah Bunuh Mahasiswa Kedokteran, Tersangka Ungkap Alasan Habisi Kekasih Anaknya

"Pemda sangat terbuka dan memudahkan dalam perizinan, memberikan fasilitas serta infrastruktur," kata Supomo usai melakukan Grand Opening Toserba Sunan Drajat Ponpes Sunan Drajat Lamongan bersama Bupati Yes, Pengasuh Ponpes Sunan Drajat serta Deputi BI Perwakilan Jatim, Senin (18/4/2022) petang.

Supomo menambahkan, selain Ponpes Sunan Drajat ada 17 pesantren di Jatim yang tergabung dalam KSBP yang akan dijadikan pilot project dalam kemandirian ekonomi di berbagai wilayah. 

"Pertumbuhan ekonomi syariah mengalami lompatan yang luar biasa dimana pada tahun 2020 LPDB menyalurkan sebanyak Rp 1 triliun dana kepada koperasi syariah dan tahun 2021 ini juga sama. 

Baca juga: Terungkap Dua Cara Pedagang Telur Ayam Busuk di Mojokerto Kelabui Konsumen

Ternyata koperasi yang potensial itu di pesantren karena dilandasi dengan akhlak. Untuk itu saya beranggapan bahwa kemandirian bangsa dan negara ini di tangan pondok pesantren.

Sementara itu Deputi Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Harmanta menuturkan saat ini BI telah memiliki kawasan khusus syariah dan selalu mendorong program-program pondok pesantren di Jawa Timur. Bahkan menurutnya, eknomi syariah Indonesia peringkat keempat dunia pada 2020.

"Berdasarkan indikator global finance Islamic economi kita patut bersyukur karena dalam waktu kurun 5 tahun Indonesia mengalami lompatan sangat besar," katanya.

Baca juga: Modal Memelas, Pasutri Ini Pinjam Motor Juragan Kos Buat Beli Susu, Ternyata Malah Digadaikan

Dulu Indonesia berada di peringkat 11. Alhamdulillah sekarang berada di peringkat 4 dunia. Ini menunjukkan ekonomi syariah menjadi sumber ekonomi baru yang merupakan daya hidup bagi semua. Dan masuk di dalamnya toserba ini jelas memperkuat keuangan syariah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved