Berita Nganjuk

Kejari Nganjuk Gencar Sosialisasi Restorative Justice Penyelesaian Pidana Hukum Biaya Murah

Kejaksaan Negeri Nganjuk gencar mensosialisasikan program Restorative Justice ke Desa-desa di Kabupaten Nganjuk. Hal itu sebagai upaya memberikan

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Achmad Amru Muiz
Kepala Kejari Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth SH memberikan sosialisasi dan pemaparan tentang program Restorative Justice kepada warga Desa Sambiroto Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kejaksaan Negeri Nganjuk gencar mensosialisasikan program Restorative Justice ke desa-desa di Kabupaten Nganjuk.

Hal itu sebagai upaya memberikan penjelasan kepada warga adanya keadilan dalam program restorative justice yang lebih efisien dan biaya murah.

Kepala Kejari Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth SH menjelaskan, Restorative Justice (RJ) sebagai program penyelesaian perkara tindak pidana yang bisa dijalani masyarakat. Dimana program RJ itu sendiri dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, pihak lain yang terkait untuk bersama–sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan pembalasan.

"Keadilan Restoratif dilaksanakan dengan berasaskan Keadilan, Kepentingan Umum, Proporsionalitas, Pidana sebagai jalan terakhir dan Cepat, sederhana dan biaya ringan," kata Nophy Tennophero Suoth dalam sosialisasi program RJ di Desa Sambiroto Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk yang diikuti 60 peserta dari BPD Desa Sambiroto, LPM, Ibu PKK, Ketua RT/RW, Karang Taruna, Linmas dan Staff Desa, kemarin.

Baca juga: Nekat Terobos Pembatas Jalan Jembatan Tunggulmas Malang, Sanksi Tilang dan Sosial Siap Menanti

Dijelaskan Nophy, program RJ merupakan Program dari Jaksa Agung RI. Dimana sebuah perbuatan tindak pidana tidak boleh dilakukan serta harus di proses hukum. Namun, dalam penanganan perkara tersebut ada program RJ yang merupakan penyelesaian perkara tindak pidana dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan pembalasan.

"Program ini tidak dapat berjalan tanpa adanya dukungan dari masyarakat. Maka upaya apabila terjadi tindak pidana yang masih bisa diselesaikan kami menggunakan upaya hukum lain dalam arti Restorative Justice," ucap Nophy Tennophero Suoth.

Dalam penanganan perkara menggunakan program RJ tersebut, menurut Nophy, ada beberapa persyaratan. Diantaranya tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, tindak pidana hanya diancam dengan pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun, Kerugian atau akibat yang ditimbulkan dari tindak pidana, Pemulihan kembali pada keadaan semula dan adanya perdamaian antara korban dan tersangka, nilai kerugian yang ditimbulkan akibat dari tindak pidana tidak lebih dari Rp.2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah).

"Apabila suatu perkara pidana hukum memenuhi kriteria dan syarat tersebut maka progra RJ bisa dimanfaatkan," ucap Nophy.

Ditambahkan Kasi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Nganjuk, Roy Ardiyan Nur Cahya SH mengatakan, program RJ dapat dilakukan dengan memperhatikan kepentingan korban dan kepentingan hukum lain, penghindaran stigma negatif, penghindaran pembalasan, respon dan keharmonisan masyarakat serta kepatutah, kesusilaan dan ketertiban umum.

"Tata cara perdamaian dalam penanganan RJ ini, kami selaku Penuntut Umum menawarkan upaya perdamaian kepada korban dan Tersangka pada tahap penuntutan (Tahap II). Dalam penawaran tersebut kami juga tanpa unsur paksaan, tekanan dan intimidasi kepada korban maupun Tersangka sehingga nantinya proses penanganan dengan jalan restorative justice bisa terlaksana dengan baik," tutur Roy Ardiyan Cahya yang juga menambahkan kalau Masyarakat dapat datang secara langsung kekantor Kejaksaan Negeri Nganjuk atau dapat menggunakan akses website resmi Kejaksaan Negeri Nganjuk dalam program Restorative Justice tersebut.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved