Berita Lumajang

Baru 3 Minggu Dibuka, embatan Gantung di Kawasan Piket Nol Lumajang Ditutup Lagi, Longsor Jadi Sebab

Baru tiga minggu dibuka, jembatan gantung di kawasan perbukitan Piket Nol, Lumajang terpaksa ditutup. Warga saat ini dilarang melintas.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Tony Hermawan
Jembatan darurat di kawasan perbukitan Piket Nol ditutup karena bukit di sekitaran jembatan sering terjadi longsor, Rabu (11/5/2022) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM - Baru tiga minggu dibuka, jembatan gantung di kawasan perbukitan Piket Nol, Lumajang terpaksa ditutup. Warga saat ini dilarang melintas. Hal ini dilakukan sebab beberapa kali bukit di sekitaran akses jembatan terjadi longsor.

Kejadian longsor itu baru saja terjadi pada Rabu (11/5/2022), sekira pukul 10.00 WIB. Batu-batu dari atas bukit runtuh ke jalan. Beruntung, saat longsor terjadi tak ada pengendara yang melintas di bawah. Namun, peristiwa tersebut cukup mengagetkan sejumlah pekerja yang sedang membangun jembatan permanen di dekat area jembatan gantung.

Abdul Aziz Sekretaris Camat Candipuro mengatakan, longsor itu terjadi di sisi wilayah masuk jembatan gantung dari arah Pronojiwo. Longsor ini sudah terjadi yang keempat kali. Rabu (11/5) dini hari, dua kali wilayah ini dilanda longsor cukup besar. Batang pohon di atas bukit sampai roboh ke jalan. Sehingga terlalu berisiko jika jembatan darurat dibuka.

"Bukit itu kan baru dikepras jadi tanah belum padat," kata Abdul Aziz.

Baca juga: Cegah Masuknya Hepatitis Akut, Pemkot Surabaya Antisipasi Lewat Pendekatan Keluarga

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba mengatakan, kejadian longsor ini sebenarnya pihaknya sudah memprediksi bahwa bukit di sisi Pronojiwo rawan longsor. Dari hasil analisis tim lapangan, bukit sisi Pronojiwo tidak memiliki karakter batu solid. Tanah bukit mudah meresap air, hal ini lah menyebabkan bukit di kawasan tersebut rawan terjadi longsor.

Umumnya jika jembatan dibangun di dekat area yang rawan longsor, petugas akan melakukan pemadatan tanah. Minimal dibuatkan plengsengan. Namun, proyek ini gagal dieksekusi karena pemerintah terlalu terburu-buru menginginkan jembatan darurat segera berdiri.

"Untuk mencegah longsor, sebelumnya separoh bukit sudah kami tutupi dengan geotextile. Sedangkan yang atas belum. Nah, tadi saya tadi minta ke pekerja agar batu di atas yang rawan jatuh biar sekalian diturunkan saja. Selanjutnya, kami akan pasang geotextile sampai ke atas bukit," ujarnya.

Belum diketahui butuh berapa lama tim lapangan menyelesaikan pekerjaan memasang geotextile hingga menutup seluruh tebing. Hingga kini belum ada kepastian sampai kapan jembatan gantung tersebut ditutup. Namun, kabarnya pengerjaan itu membutuhkan waktu sekitar satu minggu.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved