Berita Batu

Kantin Sekolah di Batu Bakal Kembali Dibuka, Walikota Punjul Ingatlan Agar Pedagang Lakukan Ini

Mendikbudristek, Menag, Menkes dan Mendagri telah menerbitkan SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. SK

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menjelaskan rancangan KUA PPAS Kota Batu yang ditarget mencapai Rp 1,9 triliun pada 2022, Selasa (3/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Mendikbudristek, Menag, Menkes dan Mendagri telah menerbitkan SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

SKB itu mengatur jalannya pembelajaran di sekolah mulai jenjang SD hingga SMA.

Termasuk aturan-aturan terkait pembukaan kantin, jam ekstrakurikuler dan lainnya. Hadirnya SKB 4 Menteri tersebut menandakan adanya kelonggaran-kelonggaran di lingkungan sekolah. Merespon hal itu, Pemkot Batu tidak terburu-buru mengaplikasikannya.

Dinas Pendidikan Kota Batu masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk memastikan pelaksanaan pelonggaran berlangsung aman bagi anak-anak sekolah.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menjelaskan tentang regulasi pembukaan kembali kantin di sekolah. Ia mengatakan berdasarkan SKB 4 Menteri itu, kantin memang kembali dibuka dengan kapasitas pengunjung maksimal 75 persen untuk wilayah PPKM Level 1, 2 dan 3. Sedangkan untuk wilayah PPKM Level 4, aturannya 50 persen.

"Demi kebaikan anak-anak sekolah, pengelolaan kantin dilaksanakan sesuai dengan kriteria kantin sehat yang menerapkan protokol," ujar Punjul, Kamis (12/5/2022).

Menurut Punjul, dibukanya kantin cukup efektif untuk menunjang fasilitas pembelajaran. Pasalnya, tidak semua pelajar membawa bekal makanan dari rumah.

Punjul juga mengatakan agar sekolah bisa mengakomodir pedagang di luar sekolah. Biasanya, terdapat pedagang-pedagang kecil yang berjualan di depan pagar sekolah. Menurutnya, pedagang makanan di luar pagar juga wajib dikoordinasikan dengan Satgas Covid-19 setempat.

"Tetap diperbolehkan berdagang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan pengaturan PPKM serta memastikan anak-anak mengonsumsi makanan yang bergizi dan dimasak dengan baik," tegas Punjul. 

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih mengatakan bahwa penerapan pembukaan kantin di Kota Batu masih belum dilaksanakan. Saat ini tengah dikaji dan dipertimbangkan model yang tepat ketika fasilitas kantin nantinya dibuka.

"Kami saat ini masih berfokus pada upaya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang akan dilaksanakan sepekan ke depan. Kami koordinasi terus dengan dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan karena mereka yang aktif melakukan surveilans ke satuan pendidikan," paparnya.

Eny mengatakan kegiatan ekstrakurikuler yang diperbolehkan dalam SKB 4 Menteri dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan sekolah di Kota Batu. 

"Pembukaan kantin masih kami evaluasi dahulu. Kalau ekstrakulikuler dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan sekolahnya," tuturnya.

Sekolah telah diimbau untuk menyiapkan sarana kesehatan, di samping itu, pelaksanaan protokol kesehatan juga tetap dilaksanakan. Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir meski catatan kasus terus menurun.

Sekolah mengatur jadwal pembelajaran, memperhitungkan kapasitas ruang dan jumlah siswa, lalu sterilisasi semua ruangan termasuk sarpras pendukung pembelajaran yang diperlukan.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved