Berita Nganjuk

Kronologi Lengkap Dua Pengedar Pil Koplo di Nganjuk Digerebek di Depan Rumah Kosong

Dua orang tersangka pengedar pil koplo, SR (39) dan AL (36) keduanya warga Desa Prambon Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk diamankan Satresnarkoba

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
Barang bukti puluhan ribu butir pil yang diamankan Satresnarkoba Polres Nganjuk. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dua orang tersangka pengedar pil koplo, SR (39) dan AL (36) keduanya warga Desa Prambon Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk diamankan Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Dari dua tersangka tersebut, diamankan barang bukti ribuan pil koplo jenis double L siap edar dan barang bukti transaksi pil koplo lainnya.

Kasatresnarkoba Polres Nganjuk, AKP Joko Santoso menjelaskan, penangkapan terhadap dua orang tersangka pengedar pil koplo berawal dari informasi masyarakat. Dimana di wilayah Kecamatan Prambon seringkali menjadi tempat transaksi pil koplo.

"Informasi tersebut dilakukan tindaklanjut penyelidikan oleh tim Opsnal Satresnarkoba," kata Joko Santoso melalui Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto, Kamis (12/5/2022).

Baca juga: Kantin Sekolah di Batu Bakal Kembali Dibuka, Walikota Punjul Ingatlan Agar Pedagang Lakukan Ini

Dari penyelidikan yang dilakukan tim Opsnal, dikatakan Joko Santoso dapat diketahui identitas pelaku pengedar pil koplo di wilayah Kecamatan Prambon tersebut. Kedua tersangka pengedar pil koplo yakni SR dan AL digerebek tim Opsnal Satresnarkoba saat berada di depan rumah kosong di Desa Watudandang Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk.

"Saat itu tim Opsnal langsung melakukan penggeledahan terhadap kedua tersangka dan menemukan sekitar 50 ribu butir pil koplo dikemas dalam botol plastik masing-masing berisi seribu butir dan dikemas lagi dalam plastik berisi 85 butir pil siap edar," ucap Joko Santoso.

Kedua tersangka, tambah Joko Satoso, tidak dapat mengelak dari tuduhan sebagai pengedar pil koplo dengan diamankanya barang bukti puluhan ribu butir pil koplo tersebut. Dan keduanyapun langsung diamankan bersama barang bukti puluhan ribu butir pil koplo di Mapolres Nganjuk untuk proses hukum lebih lanjut.

"Keduanya terancam dijerat dengan UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan terancam hukuman hingga 15 tahun penjara. Dan kamipun berterimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi adanya transaksi pil koplo di aplikasi Wayahe Lapor Kapolres," tutur Joko Santoso.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved