Berita Nganjuk

Upaya Bantu Remaja Bermasalah, PPKB Nganjuk Gelar Pelatihan Pendidik dan Konselor Sebaya

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) gelar pelatihan pendidik sebaya dan konselor sebaya.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Ndaru Wijayanto
ISTIMEWA
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi berikan pemaparan dalam kegiatan pelatihan konseling pendidik dan konselor sebaya Kabupaten Nganjuk 

Pendidik Dan Konselor Sebaya Diharapkan Mampu Bantu Remaja Yang Bermasalah

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) gelar pelatihan pendidik sebaya dan konselor sebaya.

Hal itu sebagai upaya memberikan bantuan konseling dan solusi dari teman sebaya yang sedang menghadapi permasalahan berkaitan dengan mental dan sosial.

Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya menilai pentingnya menjadi seorang konselor dan pendidik idaman.

Dimana pada usia remaja merupakan masa transisi yang unik, sehingga dapat dipastikan setiap remaja memiliki permasalahannya masing-masing.

"Untuk itu, sebagai konselor dan pendidik harus menjadi pemain watak yang positif. Artinya, ketika berhadapan dengan banyak orang dengan karakter yang berbeda-beda maka kita harus tetap menunjukkan ekspresi yang positif," kata Marhaen Djumadi, kemarin.

Selain itu, dikatakan Marhaen Djumadi, seorang pendidik dan konselor juga harus menjalin interaksi aktif dengan anak anak remaja yang bermasalah. 

Adapun konselor dan pendidik sebaya merupakan agen perubahan tingkat remaja di Kabupaten Nganjuk.

"Peran penting pendidik dan konselor ini yang harus bisa diwujudkan untuk memberikan bantuan pada anak remaja yang sedang menghadapi persoalan," ucap Marhaen Djumadi.

Sementara Kepala Bidang Pembangunan Keluarga Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk, Suhartik Kundariana dalam laporannya mengatakan, angka pernikahan dini di Kabupaten Nganjuk hingga saat ini sebanyak 741 atau 9,18 persen dari 8.073 total jumlah perkawinan yang ada di Kabupaten Nganjuk.

"Makanya, Remaja memerlukan perhatian besar semua pihak dalam pembinaannya. Karena sebagai penerus generasi bangsa perlu dipersiapkan menjadi manusia yang sehat jasmani, rohani, mental dan spiritual," kata Suhartik Kundariana.

Oleh karena itu, ungkap Suhartik Kundariana, dengan alasan tersebut diselenggarakanlah pelatihan pendidik sebaya dan konselor sebaya dalam upaya untuk melahirkan remaja-remaja Kabupaten Nganjuk yang memiliki perencanaan serta mempersiapkan masa depannya dengan matang.  

"Dan harapannya, anggota kelompok PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R)  yang menjadi pendidik dan konselor sebaya memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam bidang keluarga berencana. Khususnya kesehatan reproduksi, ketahanan dan kesejahteraan keluarga generasi berencana (Genre)," tutur Suhartik Kundariana

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved