Berita Surabaya

Besuk Polisi yang Terkena Lemparan Batu Suporter Persebaya Vs Persis, Ini Harapan Kapolda Jatim

Besuk anggota polisi yang terkena lemparan batu oknum suporter laga Persebaya vs Persis Solo, Kapolda Jatim ungkap harapannya.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, ditemani Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto, Kabid Dokkes Polda Jatim, dr Erwin, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, dan Ditsamapta Polda Jatim, Kombes Pol Yudi, menjenguk Bripda Wafi yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Rabu (25/5/2022).  

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta membesuk Bripda Wafi di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Rabu (25/5/2022). 

Bripda Wafi merupakan anggota Ditsamapta Polda Jatim yang menjadi korban pelemparan batu oknum suporter sepak bola saat menghalau massa suporter tidak bertiket pada laga Persebaya vs Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (22/5/2022). 

Lemparan batu tersebut mengenai mata sebelah kiri Bripda Wafi.

Irjen Pol Nico memastikan, kondisi kesehatan anggotanya itu terus membaik. 

Meskipun masih harus menjalani fase istirahat untuk memaksimalkan proses pemulihan.

Diperkirakan kurang dari sepekan, Bripda Wafi bisa kembali pulih dan dapat bertugas di kesatuannya, yakni Ditsamapta Polda Jatim. 

"Luka di mata sebelah kiri sudah membaik. Kami memastikan sudah diberikan obat-obatan terbaik," ujarnya di Lorong Ruang Melati, Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Rabu (25/5/2022). 

Melalui kunjungan untuk membesuk Bripda Wafi, Irjen Nico juga ingin memastikan adanya persamaan persepsi bahwa pertandingan sepak bola merupakan olahraga yang baik, menjunjung sportivitas, kejujuran dan kebersamaan. 

Oleh karena itu, semua pihak, mulai dari instansi Polri, penonton, pemain sepak bola dan pegiat olahraga, perlu dilibatkan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, dalam memajukan olahraga sepak bola, khususnya di Jawa Timur. 

"Tidak hanya Persebaya. Persis dan (klub) lain juga melakukan hal yang sama. Semua menginginkan olahraga yang sportif, tentunya dibutuhkan dukungan semua pihak, baik masyarakat, kemudian dari organisasi sepak bola, organisasi Persebaya, Persis dan lainnya," jelasnya. 

Terpenting, lanjut Irjen Pol Nico, semua pihak harus patuh hukum, di dalam pertandingan atau stadion.

Terkait adanya potensi anarkisme yang dilakukan oleh sekelompok kecil suporter sepak bola, dalam konteks pertandingan laga Persebaya vs Persis Solo kemarin, hingga menyebabkan satu orang anggota kepolisian terluka, Irjen Pol Nico mengimbau masyarakat atau suporter sepak bola yang tidak kebagian jatah tiket resmi yang dijual oleh panitia pelaksana, dapat memanfaatkan layanan siaran pertandingan yang disediakan secara digital. 

Artinya, tidak perlu memaksakan diri untuk datang ke stadion, manakala memang tidak memiliki tiket resmi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved