Berita Kota Malang

Kuartal I, Realisasi KUR di Kota Malang Tumbuh 45,93 Persen, Jadi Urutan ke-26 di Jawa Timur

Kuartal I, realisasi KUR di Kota Malang tumbuh 45,93 persen, jadi urutan ke-26 bila dibandingkan dengan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Rifki Edgar
Ilustrasi UKM di Kota Malang, Sabtu (28/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Hingga akhir April atau kuartal I, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kota Malang tumbuh 45,93 persen atau mencapai Rp 387,34 miliar.

Realisasi tersebut menempatkan Kota Malang pada urutan ke-26 bila dibandingkan dengan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.

Jika dipersentasekan sebesar 1,74 persen dari total realisasi KUR di Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 22,27 triliun.

Hal ini berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Sampai dengan April 2022.

Kepala Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang, Rintok Juhirman berharap kepada pelaku UMKM agar dapat terus melakukan berbagai macam terobosan dan inovasi unggulan. Baik dari sisi produk maupun pemasarannya, agar mampu bertahan bahkan berkembang dalam kegiatan usahanya di berbagai sektor ekonomi.

"Dengan memanfaatkan KUR sebagai salah satu alternatif pembiayaan yang murah bagi UMKM, karena mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah," ucap Rintok Juhirman, Sabtu (28/5/2022).

Apabila dilihat dari jumlah debitur KUR, Kota Malang pada urutan ke-27 yaitu sebanyak 7.549 debitur atau 1,37 persen dari total debitur di Provinsi Jawa Timur sebanyak 550.418 debitur sampai dengan bulan April 2022.

Bila dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kota Malang, yaitu sebesar Rp 245,92 miliar atau 63,49 persen dari total realisasi sebesar Rp 387,35 miliar. 

Disusul Kredit Kecil sebesar Rp 137,42 miliar atau 35,48 persen, dan Kredit Super Mikro (Supermi) sebesar Rp 4,01 miliar atau 1,03 persen.

Dalam hal ini, KPPN juga mendorong pemerintah daerah atau dinas terkait agar dapat menyediakan data calon debitur potensial KUR pada aplikasi SIKP.

Agar nantinya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh bank penyalur.

"Tugas dan fungsi kami di sini ikut mensosialisasikan dan mendorong pemerintah daerah di wilayah kami," tandasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Kota Malang

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved