Berita Kota Kediri

Tak Boleh Disingkat dan Pakai Simbol, Dispendukcapil Kediri Jelaskan Kaidah Nama dalam Permendagri

Nama tidak boleh disingkat dan menggunakan simbol, Dispendukcapil Kota Kediri jelaskan kaidah yang ditetapkan dalam Permendagri.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Petugas melakukan perekaman data e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kediri, 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kediri, Syamsul Bahri mengatakan, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 73 tahun 2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan, telah berlaku secara nasional sejak 21 April 2022.

“Aturan itu sebagai rambu-rambu bagi orang tua yang baru melahirkan anaknya, agar memberikan nama anaknya sesuai kaidah yang ditetapkan dalam Permendagri tersebut,” kata Syamsul Bahri, Minggu (29/5/2022).

Dijelaskan, kaidah-kaidah yang dimaksud antara lain, tidak boleh bertentangan dengan norma agama dan susila, tidak boleh menyinggung adat tertentu, tidak boleh menyingkat nama, tidak boleh menggunakan angka maupun simbol, tidak boleh mencantumkan gelar pendidikan maupun keagamaan, mengandung paling banyak enam puluh huruf termasuk spasi, dan paling sedikit dua kata.

Penggunaan minimal dua kata dilakukan untuk memudahkan dalam pelayanan administrasi kependudukan, perlindungan hukum, serta pemenuhan hak konstitusional dan mewujudkan tertib administrasi kependudukan.

“Harus minimal dua kata, karena ini menyangkut dokumen yang lain, misalnya paspor yang membutuhkan minimal dua kata. Di samping itu agar masyarakat semakin mudah mengurusnya,” terangnya.

Bagi masyarakat yang telah mencantumkan nama pada dokumen kependudukan yang tidak sejalan dengan aturan tersebut sebelum masa ditetapkannya regulasi, tidak perlu membuat dokumen ulang.

“Kalau sudah terlanjur tidak apa-apa, tapi bagi yang mau mengurus setelah 21 April 2022 harap mematuhi kaidah di dalam Permendagri Nomor 73 Tahun 2022,” ungkapnya.

Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, Dispendukcapil Kota Kediri telah menjalankan berbagai upaya, seperti sosialisasi melalui berbagai media massa dan sosial.

“Kita juga punya agen Dukcapil yang tersebar di seluruh kelurahan se-Kota Kediri, tugas mereka di antaranya ikut sosialisasi aturan ini kepada masyarakat,” jelasnya.

Saat ini masih ditemukan nama yang tidak sesuai dengan isi yang termaktub dalam regulasi, sehingga menyulitkan petugas pencatatan sipil.

Syamsul Bahri mengimbau masyarakat memberi nama buah hatinya dengan nama yang memiliki makna baik, agar kelak menjadi doa baik bagi orang tuanya.

“Berilah nama anak yang baik, wajar, berisi doa, supaya anak-anaknya menjadi orang yang sukses,” harapnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Kota Kediri

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved