Berita Lamongan

Harga Telur Ayam Naik, Peternak di Lamongan Ketiban Untung, Ada Juga yang Kecele Kosongkan Kandang

Harga pakan tinggi dan banyaknya peternak ayam petelur yang mengosongkan kandangnya disinyalir menjadi pemicu naiknya harga telur.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Hanif Manshuri
Peternak ayam petelur di Mantup Lamongan yang kini merasakan kenaikan harga telur yamg sangat tinggi. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Harga pakan tinggi dan banyaknya peternak ayam petelur yang mengosongkan kandangnya disinyalir menjadi pemicu naiknya harga telur.

Banyaknya peternak yang sengaja mengosongkan kandangnya itu akibat harga telur yang ancur-ancuran sebelumnya.

Para peternak kapok tidak memelihara karena pengalaman harga yang tinggal Rp 18 ribu per kilogram pada Januari lalu.

Akibatnya stok telur di pasaran tidak melimpah seperti saat harga telur turun 5 bulan. Sementara harga pakan setiap pekan rata-rata naik Rp 10 ribu per zak.

"Tiap minggu naik dan tertinggi tembus Rp 385 ribu per zak," kata seorang peternak muda asal Mantup, Mohammad Fachrudin Ainun Rahmatillah, Kamis (2/6/2022).

Kini harga telur di Lamongan di tingkatan peternak (kandang) menyentuh harga Rp 25.200 per kilogram.  

Baca juga: Nasib Pedagang Soto Ayam di Lamongan, Ratapi Nasib karena Harga Ayam dan Telur Naik

Sedang di pasaran rata-rata Rp 28 ribu perkilo. Salah satu peternak ayam petelur yang ketiban rezeki nomplok adalah Fachrudin, kini ia bisa sedikit bernafas lega di tengah naiknya harga telur ayam

"Harga telur di kalangan peternak, saat ini menyentuh harga Rp 25.200 per kilogram," katanya.

Namun peternak kelahiran 1992 ini mengaku harga telur tinggi bertahan cukup lama dibandingkan dengan harga telur ayam yang sempat menyentuh harga Rp 18 ribu per kilogram.

"Kenaikan harga telur ayam ini mungkin disebabkan oleh banyaknya peternak ayam yang mengosongkan  kandangnya pada saat harga anjlok beberapa waktu lalu," kata Fachrudin  saat ditemui wartawan, Kamis (2/6/2022).

Ketika itu, ungkap Fachrudin, tingginya biaya produksi yang tidak sebanding dengan harga telur membuat beberapa peternak ayam terpaksa mengurangi populasi ayamnya. 

Baca juga: Tingginya Harga Cabai Rawit di Madiun Dikeluhkan Emak-emak, Pilih Kurangi Belanjaan

Sebagai akibatnya, suplai telur ke pasar pun  berkurang. Terkait naiknya harga telur di pasar yang mencapai Rp 28 ribu perkilogram.

Sementara itu, menurut peternak berskal besar, Hardi menyebut, naiknya harga telur sekarang ini dimungkinkan ada permainan tengkulak karena harga telur di kandang hanya kisaran Rp 25 ribu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved