Berita Pasuruan

Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Pasuruan Dinilai Minim, Petani Soroti Pupuk Langka: Tak Ada Solusi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, utamanya Dinas Pertanian mendapatkan sorotan. Sorotan itu berkaitan tidak adanya penyuluh pertanian yang konsi

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA
petani yang mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, utamanya Dinas Pertanian mendapatkan sorotan.

Sorotan itu berkaitan tidak adanya penyuluh pertanian yang konsisten turun ke lapangan, sehingga itu merugikan ratusan petani di Pasuruan.

Suryono Pane, praktisi hukum yang juga sekaligus petani mengaku kecewa dengan peran Dinas Pertanian yang belum maksimal selama ini.

Kata dia, tidak adanya penyuluh pertanian di lapangan, membuat permasalahan yang dihadapi petani semakin berantakan dan tidak terselesaikan.

"Ambil contoh, satu kasus soal pupuk langka. Di Pasuruan, kondisi pupuk langka ini tidak ada solusi, dan tidak terpecahkan," lanjutnya.

Padahal, kata Pane, sapaan akrabnya, jika ada penyuluh pertanian, permasalahan itu bisa segera ditangani. Minimal, petani mendapatkan informasi.

Baca juga: Penyaluran Pupuk Subsidi Salah Sasaran dan Bikin Negara Rugi Rp 2 M, Kejari Madiun Periksa 50 Orang

"Jadi, tidak menunggu protes, teriak - teriak baru ditanggapi. Tapi, harus ada edukasi dan informasi dulu yang bisa diterima petani," ungkapnya.

Menurut Pane, itu bukan hal yang sulit. Sebab, penyuluh pertanian hanya memberikan informasi saja. Terlebih, jika ada solusi yang ditawarkan.

"Misalkan, ketika pupuk itu langka, petani dikasih kabar dan diarahkan untuk segera menggunakan pupuk alami, itu sudah cukup," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved