Berita Nganjuk

Cegah Permasalahan Timbul, Kejari Nganjuk Lakukan Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan

Cegah permasalahan terjadi di masyarakat, Kejaksaan Negeri Nganjuk melakukan pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Kegiatan Rakor PAKEM dalam upaya pengawasan terhadap aliran kepercayaan dan aliran keagamaan di tengah masyarakat yang digelar Kejaksaan Negeri Nganjuk, Sabtu (4/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kejaksaan Negeri Nganjuk melakukan langkah preventif penyelesaian permasalahan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan (PAKEM) dalam masyarakat, dengan menggelar Rapat Koordinasi Pengawasan PAKEM 2022.  

Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth menjelaskan, tugas dari Tim PAKEM adalah menerima dan menganalisa laporan atau informasi tentang aliran kepercayaan/aliran keagamaan. Selanjutkan dilakukan penelitian dan penilaian secara cermat perkembangan suatu aliran kepercayaan atau aliran keagamaan untuk mengetahui dampak-dampaknya bagi ketertiban dan ketenteraman umum.

"Selanjutkan tim PAKEM mengajukan laporan dan saran sesuai dengan jenjang wewenang dan tanggung jawabnya," kata Nophy Tennophero Suoth, Sabtu (4/6/2022).

Dikatakan Nophy, dalam pelaksanaan kegiatan Rapat Koordinasi Tim PAKEM Kabupaten Nganjuk sebagaimana diatur dalam pasal 30 ayat (3) huruf d dan e Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan RI yaitu dalam bidang ketertiban dan ketenteraman umum. Dan kejaksaan turut menyelenggarakan kegiatan pengawasan kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara, serta pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama.

Selanjutnya, diungkapkan Nophy, dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Jaksa Agung RI nomor : PER-019/A/JA/09/2015 tentang tim koordinasi pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan dalam masyarakat yang merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan kewenangan kejaksaan.

Tujuan dari pelaksanaan tersebut, menurut Nophy, adalah agar tidak terdapat aliran kepercayaan yang menyimpang/sesat dari kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sehingga Tim PAKEM dapat mengambil langkah-langkah atau tindakan terhadap aliran-aliran kepercayaan yang dapat membahayakan kerukunan masyarakat dan negara. Dengan demikian, pelaksanaan aliran kepercayaan benar-benar sesuai dengan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Oleh karena itu, rakor ini merupakan satu tugas dari Kejaksaan Negeri Nganjuk dalam melakukan koordinasi dengan stakeholder dalam rangka meng-update perkembangan situasi saat ini, khususnya perkembangan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan di Kabupaten Nganjuk untuk mencegah adanya konflik baru di lingkungan masyarakat Kabupaten Nganjuk," ucap Nophy didampingi Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Nganjuk, Dicky Andi Firmansyah.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Rakor PAKEM tersebut, diharapkan keberadaan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan di wilayah Kabupaten Nganjuk dapat terkoordinir dengan baik, dan keberadaanya dapat berdampingan dengan agama yang dianut oleh masyarakat Kabupaten Nganjuk secara baik.

Selain itu diharapkan keberadaan aliran kepercayaan dan aliran agama di masyarakat menjadi potensi yang dapat menambah keberagaman budaya bangsa, khususnya yang ada di Kabupaten Nganjuk yang dapat dijadikan satu kekuatan dalam peningkatan pembangunan bangsa dan negara menjadi lebih baik menuju masyarakat Indonesia yang adil, makmur, serta sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

"Tentunya dengan adanya pembinaan aliran kepercayaan secara rutin dan berkesinambungan diharapkan keberadaan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan di masyarakat dapat hidup berdampingan dengan baik, sehingga gesekan antara penganut aliran kepercayaan dan aliran agama maupun antar sesama pengikut agama dapat dihindari semaksimal mungkin," tutur Nophy Tennophero Suoth.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Nganjuk

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved