Berita Nganjuk

Soal Puskesmas Menjadi BLUD, DPRD Nganjuk Minta Pemkab Bentuk Tim Kajian: Sudah Layak atau Belum

DPRD Kabupaten Nganjuk minta Dinas Kesehatan tidak terburu menjadikan Puskesmas sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Ketua Komisi IV DPRD Nganjuk, Edy Santoso, Rabu (11/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - DPRD Kabupaten Nganjuk minta Dinas Kesehatan tidak terburu menjadikan Puskesmas sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Pasalnya, hingga sekarang belum ada hasil kajian atas setiap Puskesmas di Kabupaten Nganjuk sudah layak atau belum dijadikan sebagai BLUD.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, Edy Santoso menjelaskan, pihaknya telah meminta agar dibentuk tim kajian BLUD untuk Puskesmas di Kabupaten Nganjuk.

Di mana tim kajian tersebut yang akan memberikan saran dan keputusan apakah sebuah Puskesmas tersebut sudah layak atau belum untuk menjadi BLUD.

"Kajian itu penting, sehingga apabila BLUD betul-betul diterapkan di Puskesmas nantinya bisa berjalan dengan baik dan tidak, justru mengecewakan karena ada penurunan pelayanan kesehatan masyarakat," kata Edy Santoso, Rabu (8/6/2022).

Disamping itu, dikatakan Edy Santoso, pihakya menilai dari sekitar 20 Puskesmas di Kabupaten Nganjuk tersebut diperkirakan hanya beberapa saja yang sudah mampu dan layak dijadikan BLUD.

Hal itu jika ditinjau dari tingkat kunjungan warga ke Puskesmas untuk berobat.

Dan Puskesmas itupun lokasinya ada di Kota Kecamatan yang ramai. Padahal masih banyak Kota Kecamatan yang belum ramai di Kabupaten Nganjuk.

"Maka dari itu, Dinkes tidak perlu terburu-buru menjadikan seluruh Puskesmas di Kabupaten Nganjuk sebagai BLUD sebelum ada hasil dari tim kajian," ucap Edy Santoso.

Apalagi, tambah Edy Santoso, BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan) juga belum sepenuhnya selesai dalam melakukan pemeriksaan dan pendampingan atas dokumen yang nantinya dijalankan oleh Puskesmas BLUD.

"Jadi semua proses harus selesai dahulu," imbuh Edy Santoso.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinkes Kabupaten Nganjuk akan menjadikan Puskesmas sebagai BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) secara bertahap. Hal ini setelah belum seluruh Puskesmas dinilai layak dan mampu untuk menjadi BLUD pada tahun 2022 ini.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, dr Laksomono Pratigjo menjelaskan, nantinya hanya Puskesmas yang telah siap dan mampu saja yang akan dijadikan BLUD. Setidaknya, dari sebanyak 20 Puskesmas di Kabupaten Nganjuk nantinya hanya sekitar 70 persen saja yang dapat dijadikan BLUD.

"Tapi saat ini kami masih terus mengkaji dan mengevaluasi kemampuan serta kesiapan dari setiap Puskesmas untuk bisa dijadikan BLUD tahun ini," tutur Laksomono Pratigjo usai rapat kerja dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved