Berita Surabaya

Angka Kejadian Kebakaran di Surabaya Naik Saat Ramadan, Mayoritas Terjadi di Lahan Terbuka

Angka kejadian kebakaran di Surabaya naik saat ramadan, mayoritas terjadi di lahan terbuka, karena berbagai sebab, termasuk kesalahan warga.

Istimewa/TribunJatim.com
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya melakukan sosialisasi penanganan kebakaran, 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Peristiwa kebakaran masih sering terjadi di Surabaya. Bahkan, pada bulan April yang bersamaan dengan Ramadan, trennya mengalami peningkatan.

Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, total kebakaran sejak Januari hingga Mei 2022 mencapai 216 kejadian.

"Seluruhnya berhasil dipadamkan," kata Kepala DPKP Kota Surabaya, Dedik Irianto, Rabu (8/6/2022).

Rinciannya, 41 kejadian (Januari), 38 kejadian (Februari), 48 kejadian (Maret), 61 kejadian (April), dan 28 kejadian (Mei). Lokasinya, meliputi bangunan rumah, bangunan industri, bangunan umum, alang-alang, sampah, kendaraan pribadi, api di lahan terbuka, listrik, dan api mekanik.

Mayoritas kebakaran terjadi pada lahan terbuka (62 persen). Penyebabnya, mulai limbah tumpukan sampah, kandungan gas metana, cuaca panas, hingga gesekan ranting pohong.

Sekalipun, ia mengakui sulit mengetahui penyebab kejadian kebakaran di lahan terbuka. Walaupun beberapa disebabkan karena kesalahan warga sendiri.

"Misalnya, masyarakat yang suka membuang puntung rokok sembarangan. Kemudian, dari sampah yang dibakar warga dan merambat ke lahan terbuka,” ujar dia.

Untuk kejadian di permukiman penduduk hanya 28 persen (didominasi oleh korsleting listrik). Kemudian, diikuti kebakaran pada kendaraan (10 persen).

Dalam hal menangani kebakaran, pihaknya mengedepankan antisipasi. Pemkot melibatkan Kader Surabaya Hebat melalui program Masyarakat dan Keluarga Siaga Kebakaran (Madagaskar).

"Kami latih upaya mengenai pencegahan dan penanganan kejadian kebakaran. Khususnya pada 3 menit pertama,” kata  Dedik Irianto.

Peran masyarakat penting. Terutama, bencana kebakaran di perkampungan atau permukiman padat penduduk.

Termasuk, lewat sosialisasi kepada masyarakat di lingkungan permukiman. Seperti cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), penempatan tabung LPG, hingga standar penggunaan barang elektronik.

Sehingga, harapannya angka kejadian kebakaran di Kota Surabaya bisa terus menurun. Sehingga, target response time DPKP Kota Surabaya untuk sampai di lokasi kebakaran adalah 7 menit dapat dipertahankan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved