Berita Kota Kediri

Penutupan Pasar Hewan di Kota Kediri Diperpanjang, Bagaimana dengan Penjualan Hewan Kurban?

Untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK, penutupan pasar hewan di Kota Kediri diperpanjang, bagaimana dengan penjualan hewan kurban?

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Untuk memutus penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), penutupan pasar hewan di Kota Kediri diperpanjang hingga 24 Juni 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Untuk memutus penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), penutupan pasar hewan di Kota Kediri diperpanjang hingga 24 Juni 2022.

Sebelumnya, pasar hewan di Kota Kediri telah ditutup mulai 28 Mei 2022 lalu.

Perpanjangan penutupan pasar hewan merupakan hasil rapat koordinasi yang diikuti kepala perusahaan daerah pasar, perwakilan kejaksaan, unsur TNI dan Polri, Kamis (9/6/2022). 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, Mohamad Ridwan menjelaskan, selain perpanjangan penutupan pasar hewan, dibahas cara penjualan hewan, serta perlunya sosialisasi secara masif tentang PMK kepada masyarakat.

Mohamad Ridwan mengatakan, semakin mendekati Hari Raya Idul Adha, perlu segera diambil tindakan, terlebih pasar hewan telah ditutup sejak 28 Mei 2022 lalu.

Banyak pedagang hewan yang membuat pasar dadakan di kawasan sekitar pasar hewan.

“Kita  sepakati penutupan pasar hewan diperpanjang selama dua minggu sejak 11 Juni sampai dengan 24 Juni 2022. Akan kita lakukan sosialisasi kepada para pedagang,” jelasnya.

Sementara berkaitan dengan penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha, DKPP akan melakukan pemantauan dan pendampingan ke tempat-tempat penjualan hewan kurban, serta memastikan kondisi ternak dan kelayakan tempat penjualannya.

“Pasca pembukaan pasar hewan, akan kita data dan kita edukasi. Kita lakukan pembinaan kepada pedagang, dilakukan pemeriksaan, pendampingan kepada peternak dan pedagang yang ternaknya sakit,” ujarnya.

Selain itu petugas melakukan sosialisasi ke masyarakat, terutama pimpinan ormas Islam, takmir masjid, panitia penyembelihan hewan kurban agar hewan kurban tetap memenuhi syariat di tengah wabah PMK.

Salah satunya terkait masalah kesehatan hewan kurban, agar masyarakat mengetahui informasi secara jelas dan tidak menimbulkan keresahan.

“Kita sosialisasi kepada peternak dan masyarakat umum yang diwakili takmir masjid, karena hewan yang dikurbankan harus memenuhi syarat. Sudah ada fatwa dari MUI ternak yang terindikasi sakit selama sakitnya tidak terlalu parah, maka masih sah untuk dijadikan hewan kurban," jelasnya.

Diharapkan tidak ada kekhawatiran di masyarakat, serta dibuatkan teknis yang akan disusun draftnya.

"Kita terus pantau agar SK Wali Kota terkait gugus tugas dan kegiatannya bisa segera selesai, sehingga bisa merancang kegiatan yang akan datang,” ungkapnya.

Diharapkan penyebaran PMK bisa diminimalisir dan dihambat, sehingga tidak berdampak pada perekonomian masyarakat.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Kota Kediri

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved