Berita Tuban

Serikat Petani Indonesia Minta Pemkab Tuban Tetapkan PMK sebagai Wabah, Ini Alasannya

Serikat Petani Indonesia (SPI) Tuban meminta pada Pemkab Tuban untuk menetapakan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebagai wabah.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
Ilustrasi - Serikat Petani Indonesia (SPI) Tuban meminta pada Pemkab Tuban untuk menetapakan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebagai wabah. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Serikat Petani Indonesia (SPI) Tuban meminta pada Pemkab Tuban untuk menetapakan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebagai wabah.

Sebagaimana data dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (DKPP) Tuban, hingga Rabu (8/6/2022), ada 2.094 kasus kumulatif hewan sapi yang terpapar PMK. 

Rinciannya, 1.982 sakit, 6 ekor mati, dan 106 sembuh.

"Kita meminta agar Pemkab Tuban menetapkan PMK sebagai wabah, agar ada kerja sama dari pusat hingga daerah untuk mengendalikan penyebaran PMK," kata Ketua SPI Tuban, Nur Hadi kepada wartawan, Kamis (9/6/2022). 

Menurut Nur Hadi, perlu adanya kebijakan komprehensif dari Pemkab Tuban untuk mengendalikan penyebaran PMK yang meluas. 

Sebab hingga kini PMK sudah menyebar di 19 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada. 

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian Pertanian Nomor 403/KPTS/PK.300/M/05/2022, terdapat empat kabupaten di Jawa Timur yang ditetapkan sebagai daerah wabah, yaitu Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan.

Jika PMK tidak segera ditetapkan sebagai wabah, Pemkab Tuban dikhawatirkan akan kewalahan menahan laju PMK, yang berpotensi mengakibatkan kerugian besar bagi peternak.

"PMK di Tuban belum ditetapkan sebagai wabah, itu menunjukan sikap pemkab malu mengakui penyebaran PMK. Jika PMK ditetapkan sebagai wabah, maka pemerintah pusat akan membantu peternak, bukan peternak yang mengeluarkan biaya sendiri," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tuban, Pipin Diah Larasati menyatakan, Pemkab Tuban masih berusaha mengendalikan penyebaran PMK.

Sebab, kalau PMK ditetapkan sebagai wabah, semua akan tertutup. Sapi Tuban tidak boleh keluar, juga tidak boleh ada sapi masuk di Tuban. 

"Kita masih fokus pengendalian penyebaran PMK," beber Pipin Diah Larasati.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Tuban

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved