Berita Bisnis

Bahan Baku Mebel Berkurang, HIMKI Dorong Pemerintah Buat Aturan Tanam Kayu Perkakas Diintensifkan

Itu tak lepas dari berkurangnya bahan baku kayu, terutama kayu mahoni dan jati yang paling diminati masyarakat luar negeri.

Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/SUDARMA ADI
Setelah 3 tahun vakum, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HIMKI Jatim menggelar musyawarah daerah (musda) atau pemilihan kepengurusan periode 2022-2025, Jumat (10/6/2022) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Potensi bisnis mebel di Indonesia yang cerah, rupanya memunculkan kekhawatiran para pengusaha mebel.

Itu tak lepas dari berkurangnya bahan baku kayu, terutama kayu mahoni dan jati yang paling diminati masyarakat luar negeri.

Untuk itu, pengusaha mebel dan kerajinan lewat Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bakal mendorong pemerintah menerbitkan aturan seperti Keppres, agar penanaman kayu perkakas kembali diintensifkan.

Ketua Presidium DPP HIMKI, Abdul Sobur menjelaskan, beralihnya lahan Perhutani menjadi lahan sosial yang dipinjamkan kepada masyarakat membuat fungsinya tak lagi menanam kayu perkakas tetapi tanaman produktif lainnya.

Baca juga: Gubernur Khofifah Bakal Sulap Pasar Mebel Bukir Jadi Plaza, Bangkitkan Industri Furniture Jatim

"Kami akan mendorong pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk menanam kayu perkakas seperti mahoni, jati dan lainnya. Dengan harapan produksi tak terhambat dan sekaligus Indonesia bisa menurunkan gas emisinya," urainya kepada wartawan, usai acara Musda DPD HIMKI Jatim, Jumat (10/6/2022).

Ketua DPD HIMKI Jatim terpilih, Budianto Budi pun mengamini program HIMKI Pusat untuk melakukan penanaman kayu besar besaran, melalui pemanfaatan lahan di hutan-hutan (di pinggir jalan HPH) atau dulu dikenal dengan Tanam Jalur Indonesia. 

Baca juga: Produk Mebel IKM Jatim Makin Eksis, CV Amak Jaya Berhasil Tembus Pasar Ekspor ke Taiwan

Diharapkan melalui program kerjasama Tanam Jalur Indonesia dengan pemilik HPH (Hak Penguasaan Hutan), dapat menjaga keberlangsungan bahan baku industri mebel dan tetap menjaga kelestarian alam.

"Mengingat ketersediaan bahan baku kayu ke depan akan menjadi kendala utama industri mebel dan kerajinan Indonesia, karena selain semakin sedikitnya cadangan kayu hutan juga terjadi tekanan pasar untuk menggunakan bahan bahan yang sustainable (hasil tanaman)," tandasnya.

Selama ini, potensi bisnis mebel di Indonesia sebenarnya sangat menjanjikan.

Abdul Sobur menyebutkan bahwa total ekspor mebel dan kerajinan Indonesia pada 2021 sangat menggembirakan, yakni senilai USD 3,43 miliar (dengan pertumbuhan YOY 30 persen) .

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved