Berita Trenggalek

Solusi Alokasi Pupuk Subsidi Terbatas, Petani di Trenggalek Didorong Gunakan Pupuk Organik

Alokasi pupuk subsidi di Kabupaten Trenggalek tahun 2022 terbatas. Besaran alokasi yang didapat lebih kecil dari perencanaan awal yang ditetapkan.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/AFLAHUL ABIDIN
Panen padi di lahan yang menggunakan pupuk organik di Kabupaten Trenggalek beberapa waktu yang lalu. 
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Alokasi pupuk subsidi di Kabupaten Trenggalek tahun 2022 terbatas .
Besaran alokasi pupuk subsidi yang didapat lebih kecil dari perencanaan awal yang ditetapkan pemda setempat.
Untuk itu, para petani didorong untuk beralih menggunakan pupuk organik.
Selain lebih hemat, pemakaian pupuk tersebut disebut juga bisa mengurangi ketergantungan petani akan pupuk kimia.
Kasi Sarana Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Sadriyati menjelaskan, alokasi pupuk subsidi yang diterima tahun ini umumnya lebih sedikit dari pada perencanaan.
Alokasi pupuk urea sekitar 12.895 ton atau setara 71 persen dari perencanaan.
Sementara pupuk SP-36 sekitar 16 ton atau sekitar 86 persen.
Pupuk ZA sebanyak 6 ton atau 99 persen. Pupuk NPK sebanuak 8.536 ton atau 35 persen. Terakhir pupuk organik 6.209 ton atau 29 persen.
Ia mengatakan, alokasi pupuk tahun 2022 turun dibandingkan tahun sebelumnya.
Ada beberapa hal yang membuat alokasi tersebut turun. Misalnya, penyerapan yang rendah.
Sementara menurunnya alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Trenggalek tahun ini turun karena anggaran yang juga menurun.
"Untuk distribusi dan penyaluran, lancar dan stabil sampai saat ini," kata dia, Selasa (13/6/2022).
Karena alokasi pupuk subsidi yang menurun, pihaknya mendorong para petani untuk memasifkan penggunaan pupuk organik.
"Kami ada pelatihan pembuatan pupuk organik kepada para petani di Trenggalek. Ini untuk mendorong penggunaan pupuk organik lebih masif lagi," kata dia.
Pelatihan pembuatan pupuk organik itu dilakukan untuk pupuk padat maupun cair.
Dengan demikian, pemda juga mendorong agar luasan lahan pertanian yang menggunakan pupuk organik semakin banyak.
Seruan kepada petani untuk menggunakan pupuk organik juga berulang kali disampaikan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.
"Apalagi seperti kita semu tahu, penggunaan pupuk kimia secara terus menerus juga akan menjadikan tanah tidak subur lagi. Sehingga peralihan penggunaan pupuk dari kimia ke organik harus dimulai secara bertahap dari sekarang," kata Bupati.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved