Berita Nganjuk

Nekat Edarkan Pil Koplo, Warga Nganjuk Diringkus Polisi, Pelaku Tak Dapat Mengelak

Kedapatan menyimpan dan membawa pil koplo, SH (33) warga Desa Rowomarto Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk disergap Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Achmad Amru Muiz
Barang bukti pil koplo yang diamankan Satresnarkoba Polres Nganjuk, Rabu (15/6/2022) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kedapatan menyimpan dan membawa pil koplo, SH (33) warga Desa Rowomarto Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk disergap Satresnarkoba Polres Nganjuk. Dari tangan tersangka, diamankan barang bukti pil koplo jenis double L sebanyak 1.594 butir dan uang tunai diduga hasil penjualan pil koplo senilai Rp 125.000.

Kasatresnarkoba Polres Nganjuk, AKP Joko Santoso menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka diduga pengedar pil koplo berawal dari diterimanya informasi yang di terima jajaran Satresnarkoba Polres Nganjuk. Dimana disebutkan akan adanya aktifitas transaksi pil koplo di wilayah Kecamatan Lengkong.

"Informasi tersebut langsung dilakukan tindak lanjut dengan penyelidikan oleh tim Opnal Satresnarkoba Polres Nganjuk," kata Joko Santoso melalui Kasi Humas Polres Nganjuk, Rabu (15/6/2022).

Dari penyelidikan yang dilakukan, dijelaskan Joko Santoso, dapat diketahui identitas pelaku pengedar pil koplo di wilayah Kecamatan Lengkong tersebut.

Baca juga: Polisi Pelototi Rekaman CCTV untuk Buru Pelaku Gendam yang Korbannya Nenek-nenek di Surabaya

Dan saat itu juga tersangka diamankan tim Opsnal Satresnarkoba di depan salah satu pabrik di Desa Lengkong Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk. Tersangka yang disergap tim Opsnal tidak dapat mengelak dari tuduhan setelah ditemukan barang bukti pil koplo yang dibawanya.

"Saat itu juga, tersangka langsung dibawa dan diamankan di Polres Nganjuk beserta barang bukti untuk proses hukum selanjutnya," ucap Joko Santoso.

Dan dalam Pemeriksaan penyidik, ungkap Joko Santoso, pil koplo yang diamankan dari tangan tersangka tersebut berasal dari salah satu pengedar di wilayah Jombang. Dan saat ini tim Opsnal masih melakukan pengembangan dari kasus peredaran pil koplo di wilayah Nganjuk.

"Untuk tersangka pengedar pil koplo terancam dijerat dengan UU RI nomor 36t tahun 2009 tentang Kesehatan. Tersangka diancam dengan hukuman paling lama 15 tahun penjara," tutur Joko Santoso.

Informasi lengkap dan menari lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved