Berita Trenggalek

Kegiatan Seni Budaya dan Tradisi di Trenggalek Diyakini Bisa Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

Berbagai kegiatan masyarakat mulai banyak digelar di Kabupaten Trenggalek dalam beberapa pekan terakhir.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/AFLAHUL ABIDIN
Wakil Bupati Trenggalek Syah M Natanegara saat mendatangi rangkaian Sembonyo Teluk Prigi, Kamis (16/6/2022). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Berbagai kegiatan masyarakat mulai banyak digelar di Kabupaten Trenggalek dalam beberapa pekan terakhir. Kegiatan itu utamanya berupa kegiatan tradisi tahunan.

Selama pandemi, pagelaran tradisi ditiadakan. Sebagian digelar secara terbatas.

Kini, kegiatan-kegiatan itu bisa kembali digelar secara meriah dan dihadiri oleh banyak massa.

Wakil Bupati Trenggalek Syah M Natanegara mengatakan, dimulainya berbagai kegiatan masyarakat merupakan tanda-tanda positif.

Ia yakin, kegiatan seni budaya dan tradisi akan menarik minat banyak orang untuk datang. Ujung-ujungnya, ekonomi masyarakat kecil bakal turut bergeliat.

"Saya senang kondisi Covid-19 sudah membaik. Sekarang waktunya bagi kita mengejar kebangkitan ekonomi," kata Syah, saat menghadiri rangkaian kegiatan budaya Sembonyo Teluk Prigi, Kamis (16/6/2022).

Selain Sembonyo Teluk Prigi di Kecamatan Watulimo, warga Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek juga menggelar tradisi Larung Kepala Kerbau awal Juni ini.

Baca juga: Keseruan Warga Berebut Larung Kepala Kerbau di Dam Bagong Trenggalek, Wujud Rasa Syukur Para Petani

Selain dua tradisi itu, banyak juga desa dan kelurahan yang menggelar tradisi serupa sepanjang bulan ini.

Syah optimistis, kegiatan rutin semacam itu bisa membangkitkan ekonomi desa.

Menurutnya, banyak warga yang terlibat secara ekonomi ketika sebuah pagelaran seni budaya dan tradisi digelar.

"Utamanya para pelaku UMKM lokal. Bisa mendapat berkah dari kegiatan semacam ini," sambungnya.

Meski demikian, Syah tetap meminta masyarakat mewaspadai omicron subvarian baru, yakni BA.4 dan BA.5 yang sudah masuk Tanah Air.

Selain itu, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang banyak sapi di Kabupaten Trenggalek juga menjadi perhatian.

"Apalagi ini menjelang Hari Raya Idul Adha," sambungnya

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved