Berita Nganjuk

Sosialisasi Sekolah Ramah Anak di Nganjuk Gencar Digelar, Ini Empat Tujuan Pelaksanaannya!

Sosialisasi sekolah ramah anak (SRA) di Nganjuk gencar digelar Dinsos PPPA, berikut ini empat tujuan pelaksanaan SRA.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
SDN Mangundikaran 1 Nganjuk telah menerapkan program sekolah ramah anak (SRA), Kamis (16/6/2022). Sosialisasi sekolah ramah anak (SRA) di Nganjuk gencar digelar Dinsos PPPA, berikut ini empat tujuan pelaksanaan SRA. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk terus melakukan sosialisasi sekolah ramah anak (SRA). Yakni sekolah harus berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab.

Kabid Dinsos PPPA Kabupaten Nganjuk, Agus Sugianto menjelaskan, SDN Mangundikaran 1 Nganjuk merupakan salah satu sekolah dasar di Kabupaten Nganjuk yang sudah menerapkan program SRA, bahkan sudah mendapatkan SK dari Dinas Pendidikan.

Tujuan dari pelaksanaan SRA, kata Agus Sugianto, untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang hak-hak anak, kemudian memiliki pengetahuan pencegahan dan penanganan angka kekerasan terhadap anak, lalu mempunyai persamaan persepsi tentang pelaksanaan pengembangan sekolah ramah anak.

"Dan yang terakhir adalah memberikan pemahaman tentang langkah-langkah pengembangan sekolah dengan pelayanan pendidikan yang ramah anak," kata Agus Sugianto, Kamis (16/6/2022).

Untuk itu, dikatakan Agus Sugianto, pihaknya mewakili Dinas Sosial selalu gencar dalam memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang SRA di Kabupaten Nganjuk. Diharapkan tidak ada lagi tindak kekerasan maupun bullying terhadap anak.

"Anak dengan SRA bisa lebih nyaman dan hak-haknya sebagai anak bisa terpenuhi," tandas Agus Sugianto.

Sementara Kepala SDN Mangundikaran 1 Nganjuk, Bahrul Mujib mengatakan, sekolah dasar yang dipimpinnya sekarang ini sudah mulai melakukan pembenahan di segala bidang pendidikan, baik secara formal maupun informal seperti les dan ekstrakurikuler.

"Langkah tersebut untuk menyesuaikan dengan visi dan misi dalam rangka pembentukan SRA guna menciptakan ruang bagi anak-anak untuk membahas tentang perencanaan kebijakan, pembelajaran, pengawasan, dan perlindungan pengaduan di sekolah sesuai dengan tingkat kematangan anak," tutur Bahrul Mujib.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Nganjuk

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved