Berita Kota Batu

Stadion Brantas Kota Batu Akan Direvitalisasi, Pemkot Gelar Sayembara Desain Arsitektur Stadion

Stadion Gelora Brantas Kota Batu diwacanakan direvitalisasi, pemkot akan gelar sayembara untuk desain arsitektur stadion.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Kondisi Stadion Brantas Kota Batu sesaat sebelum beralih fungsi menjadi lokasi relokasi pedagang Pasar Induk Among Tani Kota Batu, 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Pemkot Batu mewacanakan melakukan revitalisasi Stadion Gelora Brantas Kota Batu.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu, Bangun Yulianto mengatakan, rencana itu telah disampaikan kepada KONI Batu dan mendapat persetujuan.

Bangun Yulianto mengatakan, dirinya bertemu dengan KONI Batu didampingi Bidang Olahraga Dindik Batu. Jika benar terlaksana, revitalisasi ini akan menjadi yang pertama setelah Kota Batu lepas dari wilayah Kabupaten Malang.

“Mereka selaku pengguna fasilitas menyetujui, karena stadion memang butuh peremajaan," ujar Bangun Yulianto, Sabtu (18/6/2022).

Stadion Gelora Brantas pertama kali difungsikan pada tahun 1984. Ketika itu, Kota Batu masih merupakan sebuah kecamatan di dalam wilayah Kabupaten Malang. Stadion ini memiliki kapasitas 10 ribu penonton.

“Pernah direnovasi, itu pun cuma memasang kanopi tribun VIP sisi barat,” imbuh dia.

Berdasarkan laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), DPKPP mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar untuk tender detail engineering design (DED) dan Rp 105.220.000 untuk studi banding. Sebelum melangkah pada tahap tender, terlebih dulu akan dilakukan sayembara kompetisi desain arsitektur stadion.

"Penyelenggaraan sayembara bekerja sama dengan perguruan tinggi ataupun asosiasi profesi terkait. Desain dari pemenang sayembara, kemudian secara teknis diadopsi menjadi DED. Tentunya DED dikerjakan konsultan teknis," urai Bangun.

Renovasi menyentuh pada hampir seluruh area stadion. Apalagi kondisinya dipastikan sudah tidak layak, mengingat saat ini digunakan sebagai tempat relokasi.

Kini fasilitas pusat olahraga ini masih difungsikan sebagai tempat relokasi bagi 1.097 pedagang yang terdampak revitalisasi Pasar Induk Among Tani.

Dalam rencana renovasi, pembangunan juga dilakukan berdasarkan kebutuhan ruang. Struktur bangunan stadion rencananya akan menampung sekretariat sejumlah cabor di bawah naungan KONI Batu.

“Pastinya akan ada pengukuran, kemudian dituangkan pada DED. Dari sini diketahui kebutuhan anggaran pembangunan. Perkiraan mungkin butuh Rp 50 miliar,” tegas Bangun.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Kota Batu

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved