Berita Kota Batu

19 Kebakaran Terjadi di Kota Batu Selama Lima Bulan Terakhir, Meningkat Ketimbang 2021

Tingkat peristiwa kebakaran di Kota Batu sejak Januari hingga Mei 2022 lebih tinggi dibanding bulan yang sama pada tahun 2021.

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
PMK KOTA BATU
Petugas pemadam kebakaran melakukan pembasahan di lokasi terbakar setelah api berhasil dipadamkan. Peristiwa kebakaran di Kota Batu meningkat selama lima bulan terakhir bila dibandingkan tahun 2021 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Tingkat peristiwa kebakaran di Kota Batu sejak Januari hingga Mei 2022 lebih tinggi dibanding bulan yang sama pada tahun 2021.

Pada 2022, ada 19 kali peristiwa kebakaran yang ditangani Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Penyebab kebakaran bervariasi, mulai bersumber dari api kompor, arus pendek listrik hingga petasan.

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), pada Januari lalu ada empat kejadian.

Berikutnya di bulan Maret sebanyak empat kasus dan April ada lima kasus. Serta paling banyak di bulan Mei, dilaporkan ada enam kasus.

Kasi Pemadam Kebakaran Damkarmat Kota Batu, Lendi Agus Susilo menjelaskan, banyak kasus pada Mei akibat petasan yang disulut oleh warga.

Agus mengimbau masyarakat lebih berhati-hati lagi terhadap potensi kebakaran yang terjadi di rumah.

"Bulan Mei saat puasa kemarin penyebabnya petasan. Ada juga yang meninggalkan rumah, hendak salat tarawih, namun lupa mematikan kompor," paparnya.

Ia mengatakan, insiden kebakaran sifatnya kegawatdaruratan. Sehingga dibutuhkan kesiapsiagaan guna meminimalisir kerugian materi hingga jatuhnya korban jiwa. Regu piket harus sudah siap dalam waktu satu menit setelah menerima informasi.

"Dari Mako, sirine sudah dibunyikan. Terpenting lagi petugas harus tenang dan memahami medan. Jangan sampai mereka yang menyelamatkan, justru jadi korban," ujar dia.

Saat melakukan evakuasi kebakaran akan ada tiga mobil yakni mobil rescue, pemadam dan pasukan. Jumlah mobil pemadam yang dibawa juga tergantung dari arahan komandan regu. Bisa jadi dua hingga tiga mobil.

"Kalau mobil pasukan itu akan dijadikan sarana memasok kebutuhan air. Misal ambil air, solar dan peralatan tambahan yang dibutuhkan,” urainya.

Selain kasus kebakaran, pihaknya juga menjelaskan jika selama 2022 banyak kasus penyelamatan. Seperti halnya evakuasi hewan liar yang menyerang warga.

Tahun ini evakuasi hewan berupa tawon, ular lalu yang terbaru ada monyet yang masuk ke pemukiman.

“Bahkan ada juga warga yang meminta untuk dilepaskan cincinnya datang langsung ke sini," pungkas dia.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved