Berita Malang

560 Rumah Subsidi untuk ASN di Kota Malang Mulai Dibangun, Walikota Sutiaji: Eselon II Tidak Boleh

Pemerintah Kota Malang mulai melakukan pembangunan 560 rumah bersubsidi yang peruntukan khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Lokasinya terletak...

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Pondasi rumah bersubsidi yang nantinya diperuntukkan bagi para ASN di Kota Malang 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang mulai melakukan pembangunan 560 rumah bersubsidi yang peruntukan khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Lokasi rumah subsidi untuk ASN itu terletak di Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, bahwa rumah bersubsidi tersebut rencananya akan diperuntukkan bagi ASN golongan satu dan dua.

Sedangkan untuk eselon IV hingga eselon II tidak diperkenankan untuk membeli rumah bersubsidi tersebut.

"Yang jelas rumah ini nanti untuk golongan rendah. Kalau eselon II jelas tidak boleh," ucap Sutiaji saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Senin (20/6/2022) pagi.

Para ASN yang nantinya berhak mendapatkan rumah bersubsidi tersebut harus melalui sejumlah persyaratan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kota Malang.

Baca juga: Harga Rumah Subsidi Diusulkan Naik 7 Persen Tahun Ini Akibat Kenaikan Harga Besi

Salah satu syaratnya ialah ASN yang belum memiliki rumah dan masuk dalam golongan I dan II.

Sedangkan untuk ASN golongan III diperbolehkan asal tidak memiliki rumah dan memiliki sejumlah tanggungan.

"Pokoknya yang jadi prioritas yang tidak memiliki rumah. Dan ASN yang berhak mendapatkan juga harus diseleksi sesuai rapot. Karena ASN di kami banyak, sekitar 7.200 an," terangnya.

Pembangunan rumah bersubsidi bagi ASN ini nantinya akan dibangun di tanah seluas 7,2 hektar.

Proses pembangunan akan dibagi ke dalam tiga tahap, yakni di tahap pertama ada 150 rumah, sedangkan sisanya di tahap berikutnya.

Baca juga: Birokrasi Rumit, Alasan Pengembang Ogah Membangun Rumah Bersubsidi di Tulungagung

Masing-masing rumah subsidi tersebut nantinya akan berdiri di tanah seluas 60 meter persegi dengan tipe rumah 36.

"Sebenarnya proyek ini agak lamban. Karena awalnya akan dimulai pada 2014 silam. Namun baru kami laksanakan, karena terhalang tanah milik orang lain," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Kharisma Karangploso Tri Wediyanto, selaku pengembang menyampaikan, bahwa dalam pengerjaan rumah bersubsidi ini memang mengalami sejumlah kendala.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved