Berita Mojokerto

Bangunan Sekolah SD di Mojokerto Rusak Parah, 4 Tahun Diperbaiki, Sempat Kena Puting Beliung

Kondisi sebagian bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jotangan, Kecamatan Mojosari, Mojokerto rusak parah. Hal ini sudah terjadi selama 4 tahun.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Januar
TribunJatim.com/ M Romadoni
Kondisi bangunan sekolah SDN Jotangan rusak parah di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Selasa (21/6/2022) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, M Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO- Sejumlah ruangan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jotangan, Kecamatan Mojosari, Mojokerto kondisinya rusak parah. Mirisnya, bangunan sekolah rusak selama empat tahun ini tak kunjung diperbaiki.

Bangunan sekolah dalam kategori kerusakan berat tersebut adalah ruangan bekas kelas yang digunakan sebagai tempat UKS, perpustakaan, Musala dan ruang guru serta kepala sekolah.

Kondisi kerusakan bangunan sekolah tersebut rusak di bagian atap, genteng, plafon hingga nyaris roboh.

Kepala Sekolah SDN Jotangan, Nurul Tri Musfida mengatakan kerusakan dua ruangan tersebut sudah terjadi sejak tahun 2018 lali dan kini kondisinya semakin parah

"Kerusakan sudah empat tahun lalu ada empat ruangan yang dulu dipakai perpustakaan, UKS, musala, perpustakaan dan ruangan guru," jelasnya, Selasa (21/6/2022).

Nurul menjelaskan kerusakan semakin parah saat kondisi hujan disertai angin kencang hingga mengakibatkan pojok tumbang menimpa atap bangunan sekolah.

Baca juga: Peternak Ayam di Lamongan Terperangah Saksikan Kandang Ambruk Rata dengan Tanah Disapu Angin

"Kejadian tepatnya 2019 lalu terkena angin puting beliung semakin parah rusaknya sekarang tidak bisa digunakan siswa," ungkapnya.

Akibat kerusakan tersebut, dua ruangan seperti musala dan perpustakaan tidak bisa digunakan lantaran berpotensi rawan roboh.

Guru akhirnya memindahkan kegiatan pembelajaran kerohanian yang dulunya di musala kini bertempat di ruangan kerja kepala sekolah.

Disisi lain, pihak sekolah juga sudah melarang siswa beraktivitas di ruangan UKS yang menjadi satu dengan perpustakaan lantaran kondisinya membahayakan.

"Kalau ruangan guru mau pindah kemana karena ruangan kelas sudah terisi semua, kita terpaksa bertahan disini dan ruangan perpustakaan digunakan untuk menyimpan buku saja," bebernya.

Pihak sekolah sudah berupaya untuk mengusulkan perbaikan berat
melalui proposal DAK ke Dinas Kependidikan Kabupaten Mojokerto, pada 2018.

Bahkan, Tim Dispendik sudah beberapa kali mensurvei ke lokasi namun hingga kini tak kunjung ada perbaikan.

Diketahui, perbaikan itu terkendala lantaran data Dapodik tidak sesuai kondisi lapangan. Sebab, gedung yang rusak bukan ruangan kelas sehingga tidak masuk dalam kategori perbaikan berat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved